Pesta Kematian Masyarakat Toraja
Upacara kematian yang disebut rambu solo'. Rambu solo' merupakan suatu
upacara kematian yang wajib dilaksanakan oleh setiap kasta di Toraja. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700241 302.2 Taw p/R.21.171 Perpustakaan Pusat (REF.171) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Taw p/R.21.171Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xvii, 203 hlm. ; ill. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Taw pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Fawzy Ismut Tawil -
Upacara kematian yang disebut rambu solo'. Rambu solo' merupakan suatu
upacara kematian yang wajib dilaksanakan oleh setiap kasta di Toraja. Toraja
terbagi atas 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja
Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Rambu solo' adalah suatu ajaran turun temurun
dari nenek moyang mereka yang disebut ajaran Aluk Todolo. Dalarn ajaran Aluk
Todolo mengatakan bahwa orang yang telah wafat, bel urn dikatakan wafat apabila
belurn melakukan upacara rambu solo'. Dalam upacara rambu solo' terdapat
ritual-ritual, dimana didalam ritual tersebut terdapat beberapa simbol didalarnnya.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Bagaimana masyarakat Toraja memaknai
simbol upcara kematian rarnbu solo' pada ketiga kasta di Toraja, (2) Seperti apa
makna simbol yang dihasilkan pada supacara kematian rambu solo dari ketiga
kasta di Toraja?
Untuk menjawab permasalahan diatas, peneliti menggunakan teori interaksi
simbolik dengan menggunakan simbol verbal dan nonverbal. Metode penelitian
kualitatif menggunakan etnografi komunikasi. Teknik yang digunakan untuk
memperoleh data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi
partisipan, dan penggunaan dokurnen. Informan penelitian ini adalah masyarakat
Tana Toraja dan Toraja Utara yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria
tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalarn upacara rambu solo'
terdapat simbol rurnah tongkonan. Alang, gong, tarian ma'badong, kerbau, liang
dan patane, setiap kasta mempunyai simbol dan makna, namun yang membedakan
adalah strata sosial, kemarnpuan, jurnlah kerbau dan tempat pemakaman.
Kemudian makna simbol hasil dari interaksi ketiga kasta di Toraja terwujud
dalam 3 model makna simbol, yaitu model kaurn bangsawan, model kaurn
masyarakat biasa dan model kaurn harnba sahaya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






