Detail Cantuman

Image of Perbedaan kejadian plebitis antara timbulnya tanda awal plebitis dengan jadwal rutin pada penggantian keteter intra vena perifer di RSAU Dr. M. Salamun Bandung

 

Perbedaan kejadian plebitis antara timbulnya tanda awal plebitis dengan jadwal rutin pada penggantian keteter intra vena perifer di RSAU Dr. M. Salamun Bandung


Plebitis merupakan salah satu infeksi yang didapat selama perawatan di rumah
sakit, karena pemakaian terapi intra vena merupakan salah satu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0010017610.73 Ida p/R.22.110Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Ida p/R.22.110
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix, 91hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Ida p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Plebitis merupakan salah satu infeksi yang didapat selama perawatan di rumah
    sakit, karena pemakaian terapi intra vena merupakan salah satu teknologi yang
    paling sering digunakan dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Dampak
    dari peningkatan kejadian plebitis adalah waktu hunian di rumah sakit menjadi
    lebih panjang, biaya perawatan meningkat. Perawat perJu men genal dan mencegah
    hal-hal yang berhubungan dengan terjadinya komplikasi pada saat dilakukan
    terapi intravena. Salah satunya mengenali saat yang tepat untuk mengganti kateter
    intravena perifer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan
    kejadian plebitis antara timbulnya tanda awal plebitis dengan jadwal rutin.
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan
    pendekatan kohort prospektif. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap RSAU
    Dr.M.Salamun, Bandung di ruang medikal bedah yang terpasang infus, sampel
    yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 124 responden yang terbagi
    dalam kelompok kasus dan pembanding yang diambil dengan consecutive
    sampling. Derajat plebitis diukur dengan Visual Infusion Phlebitis Scale yang
    telah memenuhi validitas isi, reliabilitas antar penilai, dan secara klinis layak
    dipergunakan. Analisis statistik dengan menggunakan Chi Square test dan analisis
    survival pada uji kemaknaan p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi