Detail Cantuman

Image of Pertarungan kapital dalam novel entrok, 86, dan Maryam karya Okki Madasari

 

Pertarungan kapital dalam novel entrok, 86, dan Maryam karya Okki Madasari


Tesis ini menganalisis kapital dan arena pertarungan yang terdapat dalam
tiga novel Okky Madasari yang berj udul Entrok (2010), 86 (2011), ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100114070010800 may p/R.18.228Perpustakaan Pusat (REF.18.228)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    800 may p/R.18.228
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    vii,;77 hlm,;29 ,3 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    800 may p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini menganalisis kapital dan arena pertarungan yang terdapat dalam
    tiga novel Okky Madasari yang berj udul Entrok (2010), 86 (2011), dan Maryam
    (2012). Ketiga novel tersebut dipilih karena merniliki persamaan, yaitu adanya
    arena pertarungan kekuasaan. Pada arena tersebut terdapat pihak yang didominasi
    oleh pihak dominan dengan ranah dan fokus isu yang berbeda pada setiap novel.
    Konsep mengenai arena pertarungan tersebut merupakan rurnusan dari pernikiran
    Bourdieu dalam ilmu sosiologi yang diterapkan untuk meneropong bagaimana
    narasi yang telah dibuat Madasari dalam kontruksi pertarungan tokoh utama.
    SeteJah melakukan anaJisis pada penelitian ini, terdapat hasil temuan bahwa
    pasang surut kepemilikan kapital para tokoh utama memiliki pengaruh yang besar
    pada perubahan habitus masing-masing. Dengan kapital yang dimiliki, para tokoh
    utama tersebut terlibat dalam arena pertarungan. Mereka menempati posisi pihak
    yang didominasi oleh para penguasa. Lewat peristiwa yang dialami oleh para
    tokoh telah menghasilkan argumentasi bahwa pihak yang didominasi tidak akan
    menang dalam mempertahankan pilihannya sebelum ia menjadi pihak yang
    dominan. Hal tersebut dialami pula oleh para tokoh utama sehingga dalam narasi
    mereka melakukan pergerakan atau upaya untuk mengubah posisinya dengan cara
    menaikkan kapital. Posisi kekuasaan tersebut bersifat dinamis sehingga pihak
    yang berkuasa hams mempertahankan kekuasaannya karena kapan saja posisinya
    bisa berubah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi