<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12945">
 <titleInfo>
  <title>Studi perubahan status desa menjadi kelurahan di kabupaten Bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fernandes Singangunsong</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;401 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini meneliti tentang Studi Perubahan Status Desa Menjadi Kelurahan &#13;
di Kabupaten Bandung, dimana Kabupaten Bandung saat ini baru memiliki 10 (sepuluh) &#13;
kelurahan. Jika dilihat di lapangan, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung mulai &#13;
mengalami pergeseran dari karakteristik masyarakat pertanian-homogen berubah &#13;
menjadi masyarakat industri-heterogen. Kondisi ini disebabkan oleh posisi Kabupaten &#13;
Bandung yang dijadikan salah satu pusat pengembangan industri di Jawa Barat &#13;
ditambah lagi posisi Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan wilayah-wilayah &#13;
yang berkarakteristik perkotaan yang dimiliki oleh kabupatenlkota di sekitar Kabupaten &#13;
Bandung. Situasi inilah yang melahirkan perubahan pola pikir masyarakat Kabupaten &#13;
Bandung yang awalnya berkarakteristik pedesaan berubah menjadi perkotaan. &#13;
Perubahan masyarakat ini seharusnya berbanding lurus dengan organisasi pemerintahan &#13;
yang melayaninya. Tapi temyata saat ini organisasi desa yang ada, terkesan tidak bisa &#13;
mengikuti dinamika perubahan sosial masyarakat yang membutuhkan pelayanan yang &#13;
cepat dan didukung oleh teknologi yang canggih. Berangkat dari fenomena inilah maka &#13;
kajian perubahan status desa menjadi kelurahan perlu dilakukan melalui teori &#13;
pengembangan organisasi dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan kepada &#13;
masyarakat di Kabupaten Bandung. &#13;
&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian &#13;
naturalistik-kualitatif dengan pendekatan sejarah dan teknik pengumpulan data &#13;
dilakukan dengan wawancara kepada seluruh infonnan yang berhubungan dengan &#13;
proses perubahan status desa menjadi kelurahan di Kabupaten Bandung, khususnya &#13;
kepada seluruh Lurah yang berjumlah 10 orang yang ada di Kabupaten Bandung. &#13;
&#13;
Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting yang dapat dijelaskan &#13;
dengan konsep Reframing, Restructuring, Revitalization dan Renewal, dimana proses &#13;
perubahan status desa menjadi kelurahan yang selama ini dilaksanakan oleh pemerintah &#13;
daerah termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung senantiasa menggunakan &#13;
pendekatan normatif, tanpa mengkaji lebih dalam dengan konsep pengembangan &#13;
organisasi, sehingga melalui penelitian ini, akhimya dapat dijelaskan konsep baru &#13;
tentang pengembangan organisasi desa dan kelurahan khususnya yang akan berubah &#13;
status dari desa menjadi kelurahan. Pada prinsipnya organisasi desa maupun kelurahan &#13;
harus menjamin adanya peningkatan pelayanan publik, demokratisasi dan kesejahteraan &#13;
masyarakat di masa yang akan datang, karena masyarakat tidak membandingkan antara &#13;
desa dan kelurahan, namun yang terpenting bagaimanakah organisasi terse but dapat &#13;
bertransformasi dengan sempurna dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada &#13;
masyarakat, terkhusus kepada desa yang sudah berubah status menjadi kelurahan agar &#13;
nantinya Pemerintah Kabupaten Bandung dapat terhindar dari adanya tuntutan kembali &#13;
berubah status dari kelurahan menjadi desa.</note>
 <note type="statement of responsibility">Fernandes Singangunsong</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perubahan Sosial, Transformasi organisasi, dan Pel</topic>
 </subject>
 <classification>320 Sim s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320 Sim s/R.17.240.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100031</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.240.1)</sublocation>
    <shelfLocator>320 Sim s/R.17.240.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12945</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:40</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-04 09:59:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>