Detail Cantuman

Image of Kajian food footfrint pola konsumsi pangan pokok beras dan singkong

 

Kajian food footfrint pola konsumsi pangan pokok beras dan singkong


PELAKSANAAN PENGELOLAAN SAMP AH DALAM PROGRAM
BANDUNG GREEN AND CLEAN (BGC)

DI KOTA BANDUNG

ABSTRAK

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700105333.7 Sof k/R.25.138Perpustakaan Pusat (REF.138)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sof k/R.25.138
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;214 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sof k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PELAKSANAAN PENGELOLAAN SAMP AH DALAM PROGRAM
    BANDUNG GREEN AND CLEAN (BGC)

    DI KOTA BANDUNG

    ABSTRAK

    Program BGC merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mengelola
    lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah secara mandiri tingkat Kota
    Bandung. Program ini dibangun atas kemitraan Yayasan Unilever Indonesia, Badan
    Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), pihak media Pikiran Rakyat, media Radio
    Rase FM, dan Lembaga Penerapan Teknologi Tepat (LPTT) dan PKK Kota Bandung.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pencapaian pelaksanaan
    program BGC (khususnya program pengelolaan sampah) ditinjau dari aspek
    relevansi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan serta faktor-faktor yang
    mempengaruhi pencapaian keberhasilan/ketidakberhasilan pelaksanaan program BGC
    terkait pengelolaan sampah ditinjau dari aspek karakteristik masalah, karakteristik
    program dan variabe1lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
    dominant qualitative and less dominant quantitative dengan metode analisis
    deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program BGC terkait
    pengelolaan sampah di Kota Bandung sudah relevan dengan kebutuhan dan kondisi
    masyarakat di lapangan. Namun demikian, pelaksanaan program BGC terkait
    pengelolaan sampah be1um berhasil dalam pencapaian tujuannya yakni mengubah
    perilaku masyarakat Kota Bandung dalam mngelola sampah. Kegiatan pemilahan
    sampah, pengomposan dan daur ulang sampah anorganik sebagian besar baru dapat
    dilakukan di tingkat komunitas. Dengan demikian penurunan jumlah volume sampah
    dari RW-RW peserta BGC baru mencapai 10% dari target pencapaian tujuan program
    pengelolaan sampah sebesar 95%. Ketidakberhasilan pencapaian tujuan program ini,
    disebabkan faktor karakteristik dari masalah yang dihadapi dalam program BGC
    terkait pengelolaan sampah dengan cakupan kelompok sasaran program yang terlalu
    besar dan heterogen serta cakupan perubahan perilaku yang diharapkan, sehingga
    berpengaruh terhadap mudah dan tidaknya implementasi program pengelolaan
    sampah di lapangan yang pada akhirnya berpengaruh juga terhadap pencapaian tujuan
    program BGC terkait pengelolaan sampah yang telah ditetapkan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi