Detail Cantuman

Image of Evolusi Tektonik pulau Jawa bagian barat selama kurun waktu Kenozoikum

 

Evolusi Tektonik pulau Jawa bagian barat selama kurun waktu Kenozoikum


ABSTRAK

Struktur geologi Pulau Jawa Bagian Barat, merupakan hasil dari aktivitas tektonik
global berupa tumbukan lempeng yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100022551 Har e/R.14.66Perpustakaan Pusat (REF.14.66)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    551 Har e/R.14.66
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxiii ,;250 hlm,; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    551
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Struktur geologi Pulau Jawa Bagian Barat, merupakan hasil dari aktivitas tektonik
    global berupa tumbukan lempeng yang sudah berlangsung setidaknya sejak Akhir
    Tersier hingga sekarang. Selama kurun waktu tersebut, telah terjadi dua kali
    pergeseran jalur subduksi, yaitu pada Jaman Kapur dan Awal Tersier. Masing-masing
    periode tektonik menghasilkan pola struktur yang berbeda, yaitu pada periode Kapur
    menghasilkan pola struktur utama berarah timurlaut-baratdaya sesuai dengan
    kedudukan jalur subduksi pada saat itu. Pola struktur yang kedua terbentuk pada
    Awal Tersier yang menghasilkan pola struktur utama berarah barat-timur, sejajar
    dengan kedudukan jalur subduksi sekarang (subduksi moderen). Pada saat yang
    bersamaan sesar-sesar tua yang berarah timurlaut-baratdaya, teraktifkan kembali dan
    sebagian membentuk pola sesar utara-selatan (riedel shear). Seluruh pola sesar inilah
    yang kemudian menghasilkan sejumlah cekungan sedimen yang sifatnya regional
    (barat-timur) dan lokal (utara-selatan).

    Proses sedimentasi berlangsung selama kurun waktu Paleogen berada di bawah
    tektonik ekstensional, namun di bagian selatan daerah penelitian mengalami
    pengangkatan (orogenesa) oleh tektonik kompresional. Tektonik ekstensional yang
    menyebabkan cekungan sedimen semakin mendalam, sebenarnya merupakanflexural
    subsidence yang terjadi pad a batuan dasar. Fakta ini menunjukan bahwa cekungan
    sedimen Tersier di Jawa merupakan hasil dari aktivitas tumbukan lempeng dengan
    tipeforeland basin.

    Pada Akhir Tersier, tektonik kompresional mengalami peningkatan secara besar­
    besaran, menyebabkan seluruh isian sedimen Tersier terangkat ke permukaan disertai
    dengan terbentuknya struktur lipatan dan sesar. Pada saat itu terbentuk pola struktur
    lipatan anjakan dengan arah barat-tirnur yang disertai dengan pergeseran secara
    lateral (tear fault) dengan arah utara-selatan, baratlaut-tenggara dan timurlaut­
    baratdaya. Seluruh pola sesar tersebut bersifat detachment/decollement, kecuali Sesar
    Pelabuhanratu dan Sesar Cimandiri yang bersifat basement involved.

    Sesar Cimandiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai sesar normal dan
    sesar naik. Sesar normal Cimandiri terbentuk pada Awal Tersier yang membatasi
    antara jalur orogen/volkanik yang berada di bagian selatan dengan cekungan yang
    berada di utaranya (jIexural subsidence). Sesar normal ini terus aktif hingga Miosen
    tengah dan menjelang Akhir Tersier berubah menjadi sesar naik (tectonic inversion).
    Setelah struktur lipatan anjakan di Jawa berlangsung, terjadi kestimbangan yang
    menyebabkan teraktifkannya kembali menjadi sesar normal. Sesar naik Cimandiri
    merupakan bagian dari sistem sesar naik pad a jalur orogen Eosen dan teraktifkan
    kembali pada Akhir Tersier, membentuk pola struktur lipatan anjakan Jawa.

    Kata kunci : Kapur, tektonik, subduksi, ekstensional, konvergen

    v

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi