<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12907">
 <titleInfo>
  <title>Evolusi Tektonik pulau Jawa bagian barat selama kurun waktu Kenozoikum</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iyan Haryanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxiii ,;250 hlm,; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Struktur geologi Pulau Jawa Bagian Barat, merupakan hasil dari aktivitas tektonik &#13;
global berupa tumbukan lempeng yang sudah berlangsung setidaknya sejak Akhir &#13;
Tersier hingga sekarang. Selama kurun waktu tersebut, telah terjadi dua kali &#13;
pergeseran jalur subduksi, yaitu pada Jaman Kapur dan Awal Tersier. Masing-masing &#13;
periode tektonik menghasilkan pola struktur yang berbeda, yaitu pada periode Kapur &#13;
menghasilkan pola struktur utama berarah timurlaut-baratdaya sesuai dengan &#13;
kedudukan jalur subduksi pada saat itu. Pola struktur yang kedua terbentuk pada &#13;
Awal Tersier yang menghasilkan pola struktur utama berarah barat-timur, sejajar &#13;
dengan kedudukan jalur subduksi sekarang (subduksi moderen). Pada saat yang &#13;
bersamaan sesar-sesar tua yang berarah timurlaut-baratdaya, teraktifkan kembali dan &#13;
sebagian membentuk pola sesar utara-selatan (riedel shear). Seluruh pola sesar inilah &#13;
yang kemudian menghasilkan sejumlah cekungan sedimen yang sifatnya regional &#13;
(barat-timur) dan lokal (utara-selatan). &#13;
&#13;
Proses sedimentasi berlangsung selama kurun waktu Paleogen berada di bawah &#13;
tektonik ekstensional, namun di bagian selatan daerah penelitian mengalami &#13;
pengangkatan (orogenesa) oleh tektonik kompresional. Tektonik ekstensional yang &#13;
menyebabkan cekungan sedimen semakin mendalam, sebenarnya merupakanflexural &#13;
subsidence yang terjadi pad a batuan dasar. Fakta ini menunjukan bahwa cekungan &#13;
sedimen Tersier di Jawa merupakan hasil dari aktivitas tumbukan lempeng dengan &#13;
tipeforeland basin. &#13;
&#13;
Pada Akhir Tersier, tektonik kompresional mengalami peningkatan secara besar­ &#13;
besaran, menyebabkan seluruh isian sedimen Tersier terangkat ke permukaan disertai &#13;
dengan terbentuknya struktur lipatan dan sesar. Pada saat itu terbentuk pola struktur &#13;
lipatan anjakan dengan arah barat-tirnur yang disertai dengan pergeseran secara &#13;
lateral (tear fault) dengan arah utara-selatan, baratlaut-tenggara dan timurlaut­ &#13;
baratdaya. Seluruh pola sesar tersebut bersifat detachment/decollement, kecuali Sesar &#13;
Pelabuhanratu dan Sesar Cimandiri yang bersifat basement involved. &#13;
&#13;
Sesar Cimandiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai sesar normal dan &#13;
sesar naik. Sesar normal Cimandiri terbentuk pada Awal Tersier yang membatasi &#13;
antara jalur orogen/volkanik yang berada di bagian selatan dengan cekungan yang &#13;
berada di utaranya (jIexural subsidence). Sesar normal ini terus aktif hingga Miosen &#13;
tengah dan menjelang Akhir Tersier berubah menjadi sesar naik (tectonic inversion). &#13;
Setelah struktur lipatan anjakan di Jawa berlangsung, terjadi kestimbangan yang &#13;
menyebabkan teraktifkannya kembali menjadi sesar normal. Sesar naik Cimandiri &#13;
merupakan bagian dari sistem sesar naik pad a jalur orogen Eosen dan teraktifkan &#13;
kembali pada Akhir Tersier, membentuk pola struktur lipatan anjakan Jawa. &#13;
&#13;
Kata kunci : Kapur, tektonik, subduksi, ekstensional, konvergen &#13;
&#13;
v &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Iyan Haryanto</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kapur, tektonik, subduksi, ekstensional, konvergen</topic>
 </subject>
 <classification>551</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>551 Har e/R.14.66</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100022</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.66)</sublocation>
    <shelfLocator>551 Har e/R.14.66</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12907</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:40</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-19 10:29:40</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>