Detail Cantuman

Image of Akronim dalam bahasa Indonesia : kajian kefonotaktikan

 

Akronim dalam bahasa Indonesia : kajian kefonotaktikan


Tesis yang berjudul "Akronim dalam Bahasa Indonesia: Kajian Kefonotaktikan" ini
adalah penelitian yang menggunakan teori fonotaktik bahasa . ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700307499.221 sar a/R.18.220Perpustakaan Pusat (REF.18.220)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    -
    Penerbit MAGISTER ILMU BUDAYA : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 195 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis yang berjudul "Akronim dalam Bahasa Indonesia: Kajian Kefonotaktikan" ini
    adalah penelitian yang menggunakan teori fonotaktik bahasa . Indonesia. Teori
    fonotaktik tersebut meliputi gugus vokal, deret vokal, gugus konsonan, deret
    konsonan, dan suku kata bahasa Indonesia yang lazim (suku kata vokal, suku kata
    vokal konsonsan, suku kata konsonan vokal, suku kata konsonan vokal konsonan).
    Namun, gugus vokal dan suku kata vokal konsonan tidak dibahas karena tidak
    ditemukan dalam data. Data terse but dalam bentuk akronim yang diambil dari surat
    kabar nasional Januari 2012-Maret 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian
    ini adalah metode deskriptif. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa deret vokal,
    gugus vokal, deret konsonan, dan suku kata bahasa Indonesia lazim digunakan dalam
    data. Akan tetapi, tidak semua unsur tesebut dipakai dalam data. Meskipun tidak
    dipakai dalam data, deret fonem (deret vokal, gugus konsonan, deret konsonan)
    terse but banyak terdapat dalam leksem Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
    Pemakaian satu suku kata vokal dalam data didominasi vokal la!. Suku kata vokal le/
    tidak ditemukan dalam data. Akronim yang menggunakan dua suku kata (KV) dalam
    data mendominasi pemakaiannya. Akronim yang berfonotaktik tidak lazim umumnya
    terdapat pada deret konsonan Imd/, /nm/, Ipk/, dan IpmJ. Akronim dengan dua
    konsonan berurutan yang sama terdapat pada konsonan /pp/, /ss/, /mm/, dan IttI.
    Akronim dengan konsonan rangkap adalah Idh/, Ingg/, dan Ind/. Akronim yang
    menggunakan konsonan yang tidak bisa menjadi penutup suku kata umumnya adalah
    akronim berpenutup suku kata dengan konsonan Ig/ dan Id!. Akronim yang
    menggunakan konsonan penutup suku kata /e/ tidak ditemukan dalam data akronim.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi