<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12834">
 <titleInfo>
  <title>Upaya Memperkuat Kewenangan Konstitusional Komisi Yudisial Dalam Pengawasan Hakim</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Imam Anshori Saleh</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xi,;391 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi jawabari terhadap konsep yang tepat sebagai upaya untuk memperkuat kewenangan Komisi Yudisial (KY) dalam pengawasan hakim sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 untuk mewujudkan peradilan yang independen, bersih, clan akuntabel.&#13;
Metode penelitian dalam disertasi ini bersifat deskriptif analisis berupa pendekatan yuridis normatif yang menitikberatkan pada studi dokumen dalam penelitian kepustakaan. Teknik analisis kualitatif digunakan sehingga data sekunder yang terkurnpul dapat dikaji secara mendalam serta dilakukan perbandingan hukum.&#13;
Kewenangan KY dalam mengawasi hakim yang berujung pada rekomendR.si, masih lemah atau tidak kuat, baik dari sisi peraturan perundang-undangan maupun pelaksanaannya. Penempatan pengaturan Komisi Yudisial di Bab IX UUD 1945 tentang Kekuasaan Kehakiman tidak tepat clan penormaannya kurang tegas, sehingga kurang kokoh sebagai landasan undang-undang maupun dalam pelaksanaannya. • Kewenangan pengawasan yang diberikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 walaupun sangat rinci tetapi mengandung kelemahan karcna menempatkan KY hanya sebagai pengusul sanksi. Seharusnya KYdapat menjatuhkan sanksi secara langsung. Penguatan institusional, kerjasama dengan berbagai pihak, dan peran serta masyarakat perlu ditingkatkan agar kewenangan KY lebih kuat dan dapat dilaksanakan secara optimal. '&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Imam Anshori Saleh</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengawasan Hakim</topic>
 </subject>
 <classification>347</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>347 Sal u R.11.165</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100214</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ref 11.165)</sublocation>
    <shelfLocator>347 Sal u R.11.165</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12834</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-05-22 14:58:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>