Detail Cantuman

Image of Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Relatif Bank Umum Pasca Implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia

 

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Relatif Bank Umum Pasca Implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia


Salah satu implementasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mencapai visi
Arsitektur Perbankan Indonesia (API) adalah dengan melakukan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700268658.15 Eli a/R.12.412Perpustakaan Pusat (REF.12.412)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    658.15 Eli a/R.12.412
    Penerbit Magister Ekonomi Dan Bisnis : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,;112 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    658.15 Eli a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Salah satu implementasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mencapai visi
    Arsitektur Perbankan Indonesia (API) adalah dengan melakukan penetapan
    kriteria Bank Jangkar dan Bank Berkinerja Baik. Kriteria tersebut dinilai dari
    berbagai aspek diantaranya melalui beberapa rasio seperti CAR, NPL, LDR, ROA
    dan aset perbankan, Penetapan ini diharapkan agar menjadi dorongan bagi
    perbankan di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya salah satunya efisiensi
    perbankan. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu mengukur efisiensi perbankan
    sejak API diimplementasikan dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi
    efisiensi perbankan baik dari faktor mikro maupun makro. Pengukuran dan
    analisa efisiensi dilakukan dengan menggunakan metode Data Envelopment
    Analysis (DEA) dengan pendekatan efisiensi intermediasi berorientasi output.
    Variabel input yang digunakan dalam pengukuran efisiensi ini adalah total
    deposit, aset tetap dan biaya tenaga kerja sedangkan variabel output adalah
    penyaluran kredit, aset likuid dan investasi sekuritas. Efisiensi yang dihasilkan
    dari DEA merupakan efisiensi teknis relatif. Nilai efisiensi ini akan menjadi
    variabel dependen dalam analisa regresi selanjutnya yang dilakukan dengan
    menggunakan regresi tobit. Adapun variabel independen yang digunakan dalam
    regresi adalah variabel mikro yang terdiri dari CAR, NPL, LDR, ROA dan aset.
    Sedangkan variabel makro yang digunakan adalah SBI rate, inflasi dan nilai tukar
    rupiah terhadap dollar. Penelitian ini melibatkan 108 bank konvensional dengan
    tahun penelitian 2004 - 2011. Hasil pengukuran efisiensi menunjukkan secara

    . keseluruhan bahwa nilai rata-rata efisiensi perbankan Indonesia adalah sebesar
    62,12%. Dari tahun 2004 - 2011, jumlah bank yangfully efficient juga mengalami
    penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan Indonesia masih belum efisien
    dalam menjalankan fungsinya sebagai intermediator keuangan. Hasil pengujian
    hipotesis dari regresi tobit menunjukkan bahwa diantara variabel CAR, NPL,
    ROA, LDR, total aset, nilai tukar, SBI rate dan inflasi, terdapat beberapa variabel
    yang signifikan mempengaruhi efisiensi teknis bank. Variabel yang
    mempengaruhi efisiensi bank dengan signifikansi 5% adalah CAR, NPL, nilai
    tukar, SBI rate dan inflasi dengan nilai koefisien berturut-turut sebesar sebesar
    (-) 0,0177, (+) 0,7189, (+) 0,4027, (+) 8,2648, (-) 3,1088. Sedangkan variabel
    yang tidak signifikan mempengaruhi efisiensi bank adalah variabel ROA, LDR
    dan total aset.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi