Detail Cantuman

Image of Pengaruh Nesting Dan Pengaturan Siklus Pencahayaan Terhadap Berat Badan Bayi Prematur Di RSUP Dr. Hasan Sadikin bandung

 

Pengaruh Nesting Dan Pengaturan Siklus Pencahayaan Terhadap Berat Badan Bayi Prematur Di RSUP Dr. Hasan Sadikin bandung


Bayi prematur seringkali mengalami hipotermi karena berbagai sebab, salah
satunya adalah luas permukaan yang lebih besar dari massa tubuh ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700010610.73 And p/R.22.44Perpustakaan Pusat (REF.44)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 And p/R.22.44
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 93 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 And p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Bayi prematur seringkali mengalami hipotermi karena berbagai sebab, salah
    satunya adalah luas permukaan yang lebih besar dari massa tubuh akibat berat
    badan yang rendah. Hipotermia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan
    beberapa komplikasi yang akan menyebabkan bayi prematur dalam kondisi kritis
    dan akhimya meninggal. Developmental care adalah suatu intervensi
    komprehensif yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan bayi prematur,
    berbagai keterbatasan menyebabkan intervensi pendukung developmental care
    tidak dapat diterapkan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengidentifikasi pengaruh intervensi nesting dan pengaturan siklus pencahayaan
    yang merupakan komponen pendukung developmental care terhadap berat badan
    bayi prematur dengan usia gestasi antara 32-36 minggu.

    Penelitian ini merupakan eksperimen se mu dengan desain pre test and post
    test nonequivalent control group, pengambilan sampel menggunakan purposive
    sampling dengan besar sampel 32 bayi prematur yang terdiri dari 16 responden
    pada kelompok yang mendapatkan pengaturan siklus pencahayaan dan nesting
    dan 16 responden pada kelompok yang mendapatkan perawatan standar di
    ruangan yang dilakukan selama 7 hari.

    Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara rata­
    rata selisih berat badan bayi prematur pada kelompok yang mendapat perlakuan
    nesting dan pengaturan siklus pencahayaan dengan kelompok kontrol dengan nilai
    p value < 0,05 (p value 0,017).

    Penelitian ini merekomendasikan penggunaan intervensi nesting dan
    pengaturan siklus pencahayaan dalam penanganan bayi prematur di ruangan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi