<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12786">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Nesting Dan Pengaturan Siklus Pencahayaan Terhadap Berat Badan Bayi Prematur Di RSUP Dr. Hasan Sadikin bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhona Andini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 93 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bayi prematur seringkali mengalami hipotermi karena berbagai sebab, salah &#13;
satunya adalah luas permukaan yang lebih besar dari massa tubuh akibat berat &#13;
badan yang rendah. Hipotermia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan &#13;
beberapa komplikasi yang akan menyebabkan bayi prematur dalam kondisi kritis &#13;
dan akhimya meninggal. Developmental care adalah suatu intervensi &#13;
komprehensif yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan bayi prematur, &#13;
berbagai keterbatasan menyebabkan intervensi pendukung developmental care &#13;
tidak dapat diterapkan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengidentifikasi pengaruh intervensi nesting dan pengaturan siklus pencahayaan &#13;
yang merupakan komponen pendukung developmental care terhadap berat badan &#13;
bayi prematur dengan usia gestasi antara 32-36 minggu. &#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan eksperimen se mu dengan desain pre test and post &#13;
test nonequivalent control group, pengambilan sampel menggunakan purposive &#13;
sampling dengan besar sampel 32 bayi prematur yang terdiri dari 16 responden &#13;
pada kelompok yang mendapatkan pengaturan siklus pencahayaan dan nesting &#13;
dan 16 responden pada kelompok yang mendapatkan perawatan standar di &#13;
ruangan yang dilakukan selama 7 hari. &#13;
&#13;
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara rata­ &#13;
rata selisih berat badan bayi prematur pada kelompok yang mendapat perlakuan &#13;
nesting dan pengaturan siklus pencahayaan dengan kelompok kontrol dengan nilai &#13;
p value &lt; 0,05 (p value 0,017). &#13;
&#13;
Penelitian ini merekomendasikan penggunaan intervensi nesting dan &#13;
pengaturan siklus pencahayaan dalam penanganan bayi prematur di ruangan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Dhona Andini</note>
 <subject authority="">
  <topic>Bayi prematur, berat badan, nesting, siklus pencah</topic>
 </subject>
 <classification>610.73 And p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 And p/R.22.44</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140700010</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.44)</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 And p/R.22.44</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12786</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-24 08:20:40</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>