Detail Cantuman

Image of Kajian Sisyem Pengelolaan Lumbung Sebagai Cadangan Pangan Masyarakat Desa Di Kampung Naga Tasikmalaya Dan Di Desa Rejosari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang

 

Kajian Sisyem Pengelolaan Lumbung Sebagai Cadangan Pangan Masyarakat Desa Di Kampung Naga Tasikmalaya Dan Di Desa Rejosari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang


KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN LUMBUNG
SEBAGAI CADANGAN PANGAN MASY ARAKAT DESA

DI KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA DAN DI DESA REJOSARI ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700014333.7 Sya k/R.25.156Perpustakaan Pusat (REF.156)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sya k/R.25.156
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;146 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sya k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN LUMBUNG
    SEBAGAI CADANGAN PANGAN MASY ARAKAT DESA

    DI KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA DAN DI DESA REJOSARI
    KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG

    ABSTRAK

    Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ketersediaan pangan yang akan
    terpengaruh oleh pemanasan global. Pemanasan global yang terjadi akan
    mengakibatkan kerawanan pangan di daerah-daerah. Untuk mengantisipasi kondisi
    tersebut maka dikembangkan suatu konsep cadangan pangan yaitu lumbung pangan.
    Keadaan lumbung yang berkembang dan biasa dijumpai di desa-desa tentu akan
    berbeda dengan lumbung yang berada pada masyarakat yang memegang teguh adat
    sebagai pedoman hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem
    pengelolaan lumbung pangan dalam usaha peningkatan ketahanan pangan masyarakat
    desa Rejosari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan
    Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, mengetahui partisipasi
    masyarakat dalam mengeJola lumbung pangan pada kedua tempat tersebut, dan
    mengetahui kelestarian Iingkungan dalam pengelolaan masing-rnasing lumbung
    pangan.

    Metode yang digunakan yaitu kombinasi antara metode kualitatif dan metode
    kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara terstruktur terhadap
    informan kunci dan observasi dengan tujuan untuk mengeksplorasi informasi tentang
    tujuan penelitian. Metode kuantitatif dilakukan melalui survei untuk mengetahui
    besarnya partisipasi pada masing-rnasing masyarakat yang menjadi anggota lumbung
    pangan

    Melalui penelitian ini diketahui bahwa sistem pengelolaan lumbung pangan desa
    Rejosari berbeda dengan lumbung pangan masyarakat Kampung Naga. Perbedaan
    tersebut disebabkan adat yang berlaku di Kampung Naga, sedangkan di Rejosari tidak
    ada adat setempat yang berlaku dan hanya berpcdoman pada AD/AR T dalam
    menjalankan lumbung. Lumbung pada Desa Rejosari sifatnya menyerupai koperasi
    sedangkan Kampung Naga bersifat sosial untuk kepentingan umum Kampung Naga.
    Tingkat partisipasi masyarakat Rejosari tcrhadap Jumbung lebih tinggi dibandingkan
    dengan masyarakat Kampung Naga. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya
    perbedaan fungsi lumbung pangan di kedua tempat. Kelestarian Iingkungan yang
    terjadi dalam kaitannya dengan pengeJolaan lumbung pangan pada Kampung Naga,
    yaitu budidaya tanaman padi tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia serta
    tehnik pergiliran tanaman dan sistem pemberaan diterapkan untuk memutus rantai
    makanan bagi hama tanaman padi. Selain itu kelestarian varietas tanaman padi lokal
    terjaga dengan selalu menyimpan benih tersebut dalam lumbung, sehingga
    keberlanjutan dalam menyediakan bib it dapat terwujud.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi