Detail Cantuman

Image of Kajian Implementasi Kebijakan Pengelolaan Limbah Tenorm Di Industri Minyak Dan Gas Bumi (Studi kasus PT.Pertamina Refinery Unit IV Cilacap)

 

Kajian Implementasi Kebijakan Pengelolaan Limbah Tenorm Di Industri Minyak Dan Gas Bumi (Studi kasus PT.Pertamina Refinery Unit IV Cilacap)


KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH
TENORM DI INDUSTRI MINY AK DAN GAS BUMI

(Studi kasus PT. Pertamina RU IV ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700256333.7 Sus k/R.25.151Perpustakaan Pusat (REF.151)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sus k/R.25.151
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;122 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sus k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH
    TENORM DI INDUSTRI MINY AK DAN GAS BUMI

    (Studi kasus PT. Pertamina RU IV Cilacap)

    ABSTRAK

    Penelitian mengenai implementasi kebijakan TENORM ini telah
    dilaksanakan pada bulan Juni-September 2013, bertujuan untuk mengetahui
    faktor-faktor penyebab belum efektifnya implementasi kebijakan pengelolaan
    limbah TENORM di industri rnigas ditinjau dari proses implementasi kebijakan.
    Faktor-faktor komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap pelaksana dan struktur
    birokrasi menjadi acuan untuk dikaji.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran
    dengan pendekatan dorninan kualitatif bersifat deskriptif less dominant kuantitatif.
    Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengetahui faktor penyebab belum
    efektifnya implementasi kebijakan sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan
    untuk memperoleh gambaran potensi limbah TENORM yang dihasilkan.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan
    limbah TENORM belum berjalan di Pertarnina RU IV Cilacap dan keempat faktor
    tersebut menjadi penyebab belum berjalannya implementasi kebijakan. Belum
    adanya sosialisasi sebagai bentuk komunikasi dari pihak pemerintah
    menyebabkan ketidakpahaman pihak industri terhadap kebijakan sehingga belum
    ada tindakan apapun untuk melaksanakan kebijakan. Faktor sumber daya yaitu
    kurangnya SDM pengawas intervensi TENORM menjadi hambatan serius dalam
    implementasi kebijakan. Dari faktor struktur birokrasi, belum adanya pedoman
    mengenai pengelolaan limbah TENORM dan belum efektifnya koordinasi antar
    instansi terkait yang diperlukan menyebabkan hambatan dalam pelaksanaan
    pengelolaan TENORM pada tataran teknis di lapangan. Sikap abai dari pihak
    sasaran kebijakan karena tidak adanya sanksi yang tegas dari pemerintah dan
    belum adanya law enforcement menjadi kendala tersendiri untuk mencapai tujuan
    kebijakan. Berdasarkan hasil temuan penelitian, penguatan sosialisasi yang efektif
    dan efisien menjadi upaya yang harus dilakukan saat ini agar diperoleh
    pemaharnan yang memadai dari pihak industri. Laju dosis radiasi ekstemal hasil
    pengukuran di area kilang Pertamina RU IV Cilacap berkisar antara 0,01 - 0,10
    ~Sv/jam.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi