Text
Golkar dan Militer: Studi Tentang Budaya Politik
Apakah yang bisa dibayangkan mengenai Golkar pada masa pasca-Orde Baru? Apakah ""partai pemerintah"" itu akan terus mempertahankan koalisinya dengan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB007524 322.5 SUR g Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 324.2 SUR gPenerbit PT Pustaka LP3ES : JAKARTA., 1992 Deskripsi Fisik 200 hlm; ilust., ind., biblio.; 23 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 979-8391-02-0Klasifikasi 324.2Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed 1., et 1.Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Apakah yang bisa dibayangkan mengenai Golkar pada masa pasca-Orde Baru? Apakah ""partai pemerintah"" itu akan terus mempertahankan koalisinya dengan birokrasi di satu pihak, dan dukungan militer di pihak lain? Apakah ia juga akan terus melestarikan budaya politik abangan-nya tanpa benturan apapun di masa depan? Atau benarkah Golkar kini sedang menyesuaikan diri dalam pergeseran percaturan budaya politik baru di Indonesia setelah maraknya apa yang disebut ""politik-Muslim""? Bagaimana pula reaksi dari kalangan ABRI terhadap gejalal itu?
Buku ini menjelajahi kemungkinan-kemungkinan hipotesis dan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Melalui tinjauan historis untuk memahami asal-usul kelahieran dan perkembangannya hingga sekarang. Leo Suryadinata mengembangkan studi budaya politik terhadap partai terbesar di Indonesia itu dengan suatu kesimpulan yang menarik bahwa, Golkar tidaklah bisa dilihat semata-mata sebagai ""mesin-pemilu"". Menurut pengarang, sangat superfisial untuk memahami organisasi tersebut hanya dengan pandangan seperti itu, karena ternyata ia juga terdiri dari berbagai faksi - sipil maupun militer; muslim maupun non-Muslim - yang saling berebut pengaruh di dalamnya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






