Detail Cantuman

Image of Efek anestesia aliran rendah sevofluran terhadap proteksi ginjal dengan TGFB1, HSP70, cystatin C, IL-18 sebagai penanda

 

Efek anestesia aliran rendah sevofluran terhadap proteksi ginjal dengan TGFB1, HSP70, cystatin C, IL-18 sebagai penanda


ABSTRAK
Sevofluran mempunyai efek proteksi ginjal, akan tetapi pada teknik anestesi aliran rendah terbentuk senyawa A yang bersifat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100113610 Har e / R.13.14Perpustakaan Pusat (Ref 13.14)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610 Har e / R.13.14
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxiii,;169hlm,;29cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Sevofluran mempunyai efek proteksi ginjal, akan tetapi pada teknik anestesi aliran rendah terbentuk senyawa A yang bersifat neprotoksik pada tikes. Anostesi aliran tinggi sevofluran dan anestesi aliran rendah sevofluran telah dipakai pada
    manusia, dan dikatakan aman pada ginjal dilihat dart penanda kerusakan
    ginjal ureum dan kreatinin, akan tetapi belum ada laporan bib dilihat dart penanda yang spesifik, yakni TGFI31, HSP 70, Cystatin C dan IL-I8. Dilakukan penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) pada 76 pasien ASA 1-3 Yang menjalani operasi elektif. Pasien dibagi 2 grup, masing-rnasing 38 orang dan diberikan sevofluran aliran rendah 1L/menit dan sevofluran aliran tinggi 4L/menit. Pada semua pasien diperiksa serum darah scbclum operasi. I jam setelah operasi, dan 24 jam setelah operasi. Incluksi anestesi dengan propofol 2,5 mg/kg/BB, fentanil 2
    peleinas otot atrakurium 0,5 mg/kg/BB dan inhalasi dengan sevofluran. Sirkuit anestesi memakai absorben Draeger Sorb 800. Tekanan darah, nadi, temperatur badan, ETCO2, Hb, Sp02, dicatat. Diatnbil darah untuk pemeriksaan TGFn HSP70, IL-18 dengan meta& Enzyme Linked Immuno-Sorbent Assay (ELISA). Cystatin C diperika dengan ImmunonepheIometry. Data hasil penelitian di uji dengan uji-t, Chi Square dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ETCO2 pada kelompok aliran tinggi 31,97 mm/Hg sedang pada aliran rendah 32,03 mm/Hg (p-0,844). SpO, aliran tinggi 96 % sedang aliran rendah SpO, 96 % (p=0,96). Hb pada aliran tinggi 11,52 grid! dan aliran rendang 11,48 gr/c11 (p=0,766). Tekanan darah sistolik pada kelompok aliran tinggi 129,8 mmHg, sedangkan pada aliran rendah 126,5 mmHg (p=0,019). Tekanan darah diastolik pada kelompok aliran tinggi 82,4 mmHg, sedangkan pada aliran rendah 81,0 mmHg (p-0,225). Tekanan darah arteri rata-rata pada kelompok aliran tinggi 98,2 mmHg, sedangkan pada aliran rendah 96,2 mmHg (p-0,075). Tidak ada perbedaan yang berm akna antara TGF131, HSP70, Cystatin C pada kedua grup antara anestesi aliran rendah dibandingkan dengan anestesi aliran tinggi
    sevofiuran (p>0,05). Terdapat perbedaan yang bermakna pada IL-18, 1 jam setelah operasi antara aliran rendah 239,2 pg/mL dan aliran tinggi sevofluran
    349,1 pg/mL (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi