<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12613">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Cryoteraphy terhadap tingkat persepasi nyeri pada insersi arteriovenosa fistula pasien hemodialisis di rumah sakit margono soekarjo purwokerto</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ENDIYONO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 70 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Pasien hemodialisis akan mengalami nyeri pada saat dilakukan &#13;
insersi pada arteriovenosa fistula, hal ini disebabkan karena kanul yang besar. &#13;
Meskipun insersi pada arteriovenosa fistula menyebabkan nyeri, tidak &#13;
direkomendasikan untuk dilakukan anastesi lokal karena akan menimbulkan &#13;
vasokonstriksi, sensasi terbakar, bekas luka dan infeksi pada arteriovenosa fistula. &#13;
Peran perawat sebagai care giver adalah dengan meminimalisasikan efek &#13;
emosional dan fisik dari prosedur yang menyakitkan melalui pendekatan &#13;
manajemen nyeri non farmakologis salah satunya dengan metoda cyotherapy. &#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cryotherapy &#13;
terhadap tingkat persepsi nyeri saat dilakukan insersi arteriovenosa fistula pada &#13;
pasien hemodialisis di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. &#13;
&#13;
Metode: Rancangan penelitian menggunakan quasy exsperimental, post test &#13;
design only dengan pendekatan repeated measures. Teknik pengambilan sampel &#13;
dengan purposive sampling, subjek 33 orang dengan 3 kali perlakuan: tanpa &#13;
intervensi, placebo dan cyotherapy. Pada kelompok tanpa intervensi tidak &#13;
diberikan perlakukan. Pada kelompok placebo dilakukan kompres kasa basah &#13;
yang di tempel pada titik LI4 selama 5 menit yang berlanjut hingga 2 menit &#13;
selama dilakukan inseri. Pada kelompok cryotherapy dilakukan pasien akan &#13;
mendapat perlakuan dengan cryotherapy dengan air dingin dengan suhu 13,6oC &#13;
selama 10 menit yang berlanjut hingga 2 me nit selama dilakukan insersi. Setelah &#13;
insersi dilakukan pengukuran persepsi nyeri menggunakan kuisioner Numeric &#13;
Pain Rating Scale. Selanjutnya data dianalisis menggunakan Friedman Test. &#13;
&#13;
Hasil: Hasil menunjukan skor nyeri tanpa intervensi (median =5), placebo &#13;
(median =4) dan cryotherapy (median =2). Hasil uji Friedman test p=O,OOl. &#13;
Dengan demikian tingkat nyeri pada tanpa intervensi berbeda dengan tingkat nyeri &#13;
pada placebo (p=O,OO 1), tingkat nyeri pada tanpa intervensi berbeda dengan &#13;
cryotherapy (p=O,OOl) dan tingkat nyeri pada placebo berbeda dengan &#13;
cryotherapy (p=O,OOl). &#13;
&#13;
Kesimpulan: Cryotherapy menunjukkan tingkat persepsi nyeri lebih rendah &#13;
dibandingkan tanpa intervensi dan placebo. Dengan demikian cryotherapy &#13;
menurunkan tingkat persepsi nyeri pada insersi arteriovenosa fistula pada pasien &#13;
hemodialisis, sehingga dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi mandiri &#13;
keperawatan dalam menurunkan nyeri pada insersi arteriovenosa fistula pasien &#13;
hemodialisis.</note>
 <note type="statement of responsibility">Endiyono</note>
 <subject authority="">
  <topic>cryotherapy, hemodialisis, nyeri.</topic>
 </subject>
 <classification>610.73 End p/R.22.75</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 End p/R.22.75</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700126</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.75)</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 End p/R.22.75</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12613</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-19 13:47:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>