<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12513">
 <titleInfo>
  <title>jurnalisme damai dalam pemberitaan konflik</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Encep Dulwahab</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 172 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik merupakan sesuatu yang 'dinanti' dan diburu oleh media. Karena dengan &#13;
melakukan pemberitaan konflik media bisa meningkatkan rating. Semakin besar &#13;
konflik semakin tinggi pula peluang media tersebut diburu orang. Namun dalam &#13;
tugasnya, tidak sedikit media yang memelintir fakta, dengan harapan beritanya &#13;
menjadi pilihan pembaca. Media alih-alih menjadi solusi at as konflik, tetapi &#13;
malah menjadi pemantik konflik. &#13;
&#13;
Di dalam salah satu genre jumalisme modem, dikenal jumalisme damai &#13;
untuk meliput konflik. Namun pada praktiknya media pun dipengaruhi beberapa &#13;
faktor, seperti ekstra media, rutinitas media dan ideologi media. Dan di antara &#13;
media yang menganut prinsip jumalisme damai adalah Pikiran Rakyat, yang &#13;
dikenal sebagai media santun dan lembut. Kemudian Republika, yang diklaim &#13;
sebagai media Islam. Namun label kedua media tersebut menyisakan pertanyaan, &#13;
apakah kedua media ini benar-benar mempraktikkan jumalisme damai dalam &#13;
pemberitaan konflik Ahmadiyah di Jawa Barat? &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi &#13;
kasus, dengan harapan ini bisa mengetahui proses meliput, kebijakan redaksi, &#13;
sumber informasi, dan prinsip kerja dalam pemberitaan konflik Ahmadiyah di &#13;
Harian Umum Pikiran Rakyat dan Republika dalam perspektifjunalisme damai. &#13;
&#13;
Dari hasil penelitian ditemukan beberapa fakta, pertama, proses liputan &#13;
jumalis dalam konflik Ahmadiyah melalui tahap pengumpulan informasi, &#13;
pengujian, pemetaan dan jumalis meliput ke lapangan. Pad a proses ini, kedua &#13;
media telah mempraktikkan jumalisme dam ai, yaitu pada proses informasi yang &#13;
diterima media (jurnalis) dipetakan konflik prakekerasan sehingga mudah mencari &#13;
jalan damai. &#13;
&#13;
Kedua, kebijakan redaksi dalam penentuan isu, kriteria jurnalis, bahasa &#13;
berita, pemuatan berita sudah memenuhi standar jurnalisme damai. Di mana &#13;
kedua media ini senantiasa meminta jurnalisnya melaporkan dari daerah konf1ik &#13;
nail menghindari perbedaan antara kedua pihak yang sedang bertikai, menghindari &#13;
adjektif, menghindari label negatif. &#13;
&#13;
Ketiga, sumber berita dalam pemberitaan konf1ik Ahmadiyah sudah sesuai &#13;
dengan kaidah jumalisme damai, yaitu dalam setiap pemberitaannya kedua media &#13;
meminta para jurnalisnya untuk melibatkan narasumber dari kedua belah pihak &#13;
yang bertikai dengan identitas yang benar. &#13;
&#13;
Keempat, prinsip kerja dalam meliput konflik Ahmadiyah kedua media &#13;
merujuk pada Kode Etik Jurnalistik. Mengenai junalisme damai dalam rneliput &#13;
konflik, hanya sebagian jurnalis yang tahu, dan jurnalisme darnai ini belum &#13;
sepenuhnya dipraktikkan, hanya sebatas pengetahuan dan beberapa point dari &#13;
prinsip jurnalisme damai yang dijadikan acuan dalam meliput kontlik Ahmadiyah.</note>
 <note type="statement of responsibility">Encep Dulwahab</note>
 <subject authority="">
  <topic>Dari hasil penelitian ditemukan beberapa fakta, pe</topic>
 </subject>
 <classification>070. dul j</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>070.4 dul j/ R 21.40</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700064</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF 21.40)</sublocation>
    <shelfLocator>070.4 dul j/ R 21.40</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12513</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-06 10:28:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>