Detail Cantuman

Image of hubungan persepsi tentang iklim sekolah(iklim akademik & iklim sosial) dengan regulasi diri di bidang akademik

 

hubungan persepsi tentang iklim sekolah(iklim akademik & iklim sosial) dengan regulasi diri di bidang akademik


LIES NENI BUDIARTI. Hubungan Persepsi tentang Iklim Sekolah (iklim
akademik dan iklim sosial) dengan Regulasi Diri di bidang akademik (studi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001070700004155.9 bud h/R.19.122Perpustakaan Pusat (REF.122)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.9 bud h/R.19.122
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 153 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.9 bud h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • LIES NENI BUDIARTI. Hubungan Persepsi tentang Iklim Sekolah (iklim
    akademik dan iklim sosial) dengan Regulasi Diri di bidang akademik (studi
    pada mahasiswa TPB FSRD-ITB angkatan tahun 2006) dibawah bimbingan
    Dr. Hj. Rismiyati E.K, M.Si., sebagai Ketua Komisi Pembimbing, dan Dr. Hj.
    Diana Harding, M.Si., sebagai Anggota Komisi Pembimbing.

    Penelitian ini bermaksud menjelaskan bagaimana kaitan antara persepsi
    tentang iklim sekolah baik iklim akademik maupun iklim sosial dengan regulasi
    diri di bidang akademik mahasiswa. Kerangka teori yang dijadikan dasar
    penelitian adalah konsep-konsep yang berkaitan dengan regulasi diri di bidang
    akademik berdasarkan perspektif teori Kognitif-Sosial dari Zimmerman, dan
    berbagai hasil kajian berbagai pakar yaug melahirkan rumusan definisi serta
    dimensi/atribut dari iklim sekolah baik iklim akademik maupun iklim sosial.
    Berdasarkan kerangka acuan teori tersebut dirumuskan hipotesa; "terdapat
    hubungan antara variabel persepsi mahasiswa tentang iklim sekolah (iklim
    akademik & iklim sosial) dengan variabel regulasi diri mahasiswa di bidang
    akademik" .

    Subjek penelitian ini adalah seluruh anggota populasi yang terdaftar
    sebagai mahasiswa TPB FSRD-ITB yang kesemuanya berjumlah 207 orang,
    namun hanya 178 orang yang layaklsah terpilih menjadi responden. Alat ukur
    yang diguuakau adalah kuesiouer yang disusuu deugau meugguuakau skala Likert
    yang didasarkan pada teori Kognitif Sosial (Zimmerman) teutang regulasi diri di
    bidang akademik. Sedang uutuk mengukur persepsi tentang iklim sekolah
    menggunakan skala Semantik Diferensial yang disusuu dengan mengacu pada
    defiuisi dan dimensi/atribut teutang iklim sekolah hasil reviu temuan riset
    berbagai pakar. Rancangan penelitian ini bersifat korelasioual, dan mengingat data
    yang diperoleh melalui alat ukur tersebut merupakan data ordinal, maka analisis
    datanya menggunakan rumus korelasi Rank-Speannan.

    Hasil pengujian statistik terhadap data yaug diperoleh, menunjukkan
    bahwa hipotesis diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara
    persepsi teutang iklim sekolah dengau regulasi diri di bidaug akademik. Namun
    keeratan hubungannya sangat kecil (r s = 0,174). Melalui perhituugan taraf
    kontribusi, ditemukan pula bahwa kontribusi persepsi tentang iklim sekolah pada
    regulasi diri di bidang akademik mahasiswa adalah 3,03%.

    Apabila dilihat secara rinci dari aspek-aspek persepsi tentang iklim
    sekolah (iklim akademis & iklim sosial), yang ada kaitannya deugan regulasi diri
    di bidang akademik mahasiswa adalah persepsi ten tang iklim sosial (r = 0,150),
    dengan tarafkontribusi sebesar = 2,25%. Sedangkan, aspekpersepsi tentang iklim
    akademik, sama sekali tidak memiliki hubungan yang berarti dengan regulasi dirt
    di bidang akademik mahasiswa.

    Dengan demikian, sekalipuu ada kaitan, namuu keeratan hubungan antara
    regulasi diri di bidang akademik dengan salah satu aspek persepsi tentang iklim sekolah yaitu iklim sosial, sangatlah kecil, atau tidaklah signifikan. Sebingga tidak
    bisa dijadikan patokan bahwa tinggi rendahnya (efektifltidaknya) regulasi diri di
    bidang akademik, bukan berarti merupakan kontribusi dari positif atau negatifnya
    persepsi mengenai iklim sekolah.

    Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan pembahasan hasil penelitian
    ini adalah bahwa persepsi negatif/positif terhadap iklim sekolah tidak selalu
    membuat regulasi diri mahasiswa menjadi tidak efektiflefektif. Namun demikian
    perhatian terhadap kedua variabel ini masih diperlukan, misalnya melalui
    penelitian lanjutan yaitu dengan memfokuskan perhatian terhadap semua
    dimensilatribut dari iklim sekolah, karena menurut hasil kajian literatur para pakar
    melaporkan bahwa variabel iklim sekolah memiliki pengaruh terhadap pencapaian
    prestasi akademik peserta didik. Dernikian pula, untuk kepentingan
    mengoptirnalkan regulasi diri mahasiswa TPB FSRD- ITB khususnya yang saat ini
    berada pada taraf 'cukup' saja, ada baiknya dikaji kemungkinan adanya variabel
    lain yang memiliki keeratan hubungan yang lebih berarti dengan regulasi diri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi