
Text
Penambatan Molekul Senyawa Diterpenoid Terhadap Enzim Siklooksigenase Untuk Pencarian Obat Antiinflamasi
Siklooksigenase (COX) adalah enzim bifungsional yang mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin G2 (PGG2) melalui dioksigenasi dan mengkatalis ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021161000199 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3492Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3492Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Siklooksigenase (COX) adalah enzim bifungsional yang mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin G2 (PGG2) melalui dioksigenasi dan mengkatalis peroksidasi PGG2 menjadi PGH2. Senyawa metabolit sekunder diterpenoid seperti andrografolid, triptolide dan eunicellane diterpenoids terbukti memiliki efek antiinflamasi melalui inibisi ekspresi COX-2,iNOS atau IL-6. Masih banyak senyawa diterpen lain yang belum diketahui efek antiinflamasinya melalui mekanisme inhibisi terhadap enzim COX khususnya COX-2. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mencari senyawa golongan diterpenoid yang memiliki aktivitas paling baik sebagai kandidat obat antiinflamasi dengan metode Molecular Docking. Pengujian dengan metode in silico diawali dengan pengembangan obat berbasis struktur dengan tahapan persiapan reseptor, persiapan ligan dan analisis sifat molekul, validasi perangkat lunak, simulasi menggunakan molecular docking, lalu interpretasi data hasil docking. Berdasarkan hasil docking, senyawa dengan nilai energy dan konstanta inhibisi terkecil adalah andrograpanin (energy -8,39 kkal/mol dan KI 7,0299 x 10-7M) untuk COX-1 dan plaunotol (energy -6,74 kkal/mol dan KI 1,14 x 10-5M) untuk COX-2. Berdasarkan nilai indeks selektivitas (cSI), celecoxib merupakan inhibitor selektif yang terbaik, diikuti oleh 2-((1R,4aS,5R,6R,8aS)-6-hydroxy-5-(hydroxymethyl)-5,8a-dimethyl-2-methylenedecahydronaphthalen-1-yl)-1-(2-oxo-2,5-dihydrofuran-3-yl)ethyl 4-methylbenzoate, 3,19-O-Diacetylandrographolide, 12,13-Dihydroandrographolide. 2-((1R,4aS,5R,6R,8aS)-6-hydroxy-5-(hydroxymethyl)-5,8a-dimethyl-2-methylenedecahydronaphthalen-1-yl)-1-(2-oxo-2,5-dihydrofuran-3-yl)ethyl benzoate, 19-O-acetylhydroandrographolide, dan coronarin D merupakan preferential inhibitor COX-2, sedangkan asetosal, 14-deoxyandrographolide, 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide, 14-deoxy-14,15-didehydroandrographolide, andrograpanin, andrographolide, plaunolide dan plaunotol merupakan inhibitor non selektif dari COX-2.
Kata kunci : COX, Molecular docking, indeks selektivitas -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






