Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji In Vitro Aktivitas Penghambatan HIV-1 Protease oleh 3,19-3-Hidroksibenziliden Andrografolid dan 3,19-4-Hidroksibenziliden Andrografolid


HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu retrovirus yang menyerang serta merusak sel-sel limfosit CD4+. Untuk pencegahan infeksi dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000198Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3491
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3491
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu retrovirus yang menyerang serta merusak sel-sel limfosit CD4+. Untuk pencegahan infeksi dan replikasi dari HIV, saat ini digunakan antiretroviral. Namun, antiretroviral yang banyak digunakan saat ini banyak memiliki kelemahan yaitu efek samping, interaksi obat dan resistensi obat. Studi in silico menyatakan bahwa andrografolid memiliki aktivitas antimalaria yang bekerja dengan cara penghambatan aspartat protease, dan didapatkan tiga turunan terbaik yang memiliki potensi sebagai penghambat aspartat protease. Jika suatu antiretroviral protease inhibitors (ARPIs) yang digunakan sebagai obat anti-HIV/AIDS dapat bekerja sebagai antimalaria, muncul hipotesis suatu inhibitor aspartat protease dapat dijadikan sebagai obat anti-HIV/AIDS. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui nilai IC50 pada turunan andrografolid. Pengujian aktivitas inhibisi turunan andrografolid dilakukan secara in vitro, dimana daya inhibisi turunan andrografolid diukur secara fluorometri pada panjang gelombang Eksitasi/Emisi = 330/450 nm, kemudian dihitung IC50 yaitu sebesar 22,34
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi