Analisis Determinan Permintaan Kredit Usaha Mikro dan Kontribusinya Terhadap Pengentasan Kemiskinan (Studi Kasus: Usaha Mikro dan BMT Kab. Cirebon)
Masalah kemanusiaan yang masih terus dihadapi dunia pada saat ini adalah
kemiskinan. Salah satu cara mengurangi angka kemiskinan di dunia, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 00005504 658 ica a / R. 12.141 Perpustakaan Pusat (Ref kelas 600) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658 ica a / R. 12.141Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiii, 141 hlm. Ilus ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik referencePernyataan Tanggungjawab Ical -
Masalah kemanusiaan yang masih terus dihadapi dunia pada saat ini adalah
kemiskinan. Salah satu cara mengurangi angka kemiskinan di dunia, seperti yang
dilakukan Muh. Yunus di Bangladeh melalui Grameen Banknya, adalah dengan
memberdayakan masyarakat miskin dengan memberikan bantuan permodalan. Salah
satu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang konsen terhadap pengentasan
kemiskinan khususnya usaha mikro adalah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penentu keputusan
usaha mikro meminjam dana produktif ke BMT serta kontribusinya terhadap
pengentasan kemiskinan. Dilihat dari besamya modal kerja, tingkat keuntungan,
rasio bagi hasil dan tingkat fleksibilitas dan kemudahan pembayaran cicilan kredit
serta naiknya pendapatan para pengusaha mikro setelah melakukan pinjaman ke
BMT. Penelitian ini dilakukan di daerah Kab. Cirebon dengan mengambil 100
sampel pengusaha mikro.
Metode penelitian menggunakan mix method yaitu gabungan antara
qualitative dan quantitative methods melalui observasi dan pengujian Regresi
Logistik. Dari hasil pengujian diperoleh besamya modal kerja dan tingkat
fleksibilitas dan kemudahan pembayaran cicilan kredit berpengaruh signifikan
terhadap probabilita permintaan kredit produktif BMT, sedangkan tingkat
keuntungan perbulan dan besamya rasio bagi hasil tidak berpengaruh signifikan
terhadap probabilita permintaan kredit produktif BMT. Selanjutnya probabilita
permintaan kredit produktif usaha mikro berpengaruh signifikan terhadap
pengentasan kemiskinan.
Pengaruh tidak signifikannya tingkat keuntungan terhadap permintaan kredit
produktif dikarenakan hampir seluruh usaha mikro tidak menghitung dan
memisahkan keuntungan yang diperoleh dari usahanya, yang penting buat mereka
bahwa hari itu ada barang yang laku dan ada keuntungan untuk biaya hidup hari itu
sudah cukup, akibatnya tidak ada pengaruh yang kuat antara besamya keuntungan
dengan pemintaan kredit produktif BMT. Pengaruh rasio bagi hasil tidak signifikan
lebih disebabkan karena masih kurangnya pemahaman dari usaha rnikro mengenai
sistem bagi hasil tersebut merupakan biaya dari penggunaan dana yang dipinjam,
yang penting bagi mereka pelayanan cepat dan mudah dalam pencairan dan
pembayaran.
Keberadaan BMT hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak karena
BMT dapat menjangkau usaha mikro mengatasi kesulitannya dalam permodalan.
Murabahah merupakan akad jual beli yang paling dominan diberikan BMT kepada
pengusaha mikro. Untuk meminimumkan penyalahgunaan kredit produktif oleh
pengusaha mikro, sebaiknya terdapat barang yang dimaksud pada saat akad kredit
antara pihak BMT dan pengusaha mikro.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






