<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12411">
 <titleInfo>
  <title>Pemaknaan Budaya Korea Anggota Bandung Korea Community (Studi Fenomenologi Pemaknaan Budaya Korea Oleh Anggota Bandung Korea Community di Bandung)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratu Arya Djuita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv, 263 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mempunyai judul Pemaknaan Budaya Korea Anggota Bandung &#13;
Korea Community (Studi Fenomenologi Pemaknaan Budaya Korea Oleh Anggota &#13;
Bandung Korea Community di Bandung). Kajian penelitian ini menggunakan metode &#13;
kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 7 anggota &#13;
Bandung Korea Community. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam &#13;
penelitian ini, peneliti melakukan wawancara mendalam dan observasi lapangan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Bandung Korea Community yang &#13;
menjadi informan dalam penelitian ini mengkonstruksi berbagai pemaknaan &#13;
mengenai budaya Korea sesuai dengan pandangan subjektif mereka. Pemaknaan &#13;
anggota Bandung Korea Community terhadap kebiasaan yang dilakukan oleh orang &#13;
Korea terbagi atas dua kebiasaan, yang pertama tradisi makan dan minum ala Korea, &#13;
dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh orang Korea. Tradisi makan dan minum ala &#13;
Korea ini dimaknai oleh informan sebagai bentuk kesopanan, pembeda antara senior &#13;
dan junior, pengatur po la makan, bentuk perubahan nilai budaya mengenai mana &#13;
yang boleh dan yang tidak boleh dimakan dan sebagai peniruan pada cara makan &#13;
orang Korea terutama dalam hal mengkonsumsi daging. Pemaknaan terhadap &#13;
kebiasaan yang dilakukan oleh orang Korea yang kedua adalah mengenai &#13;
kedisiplinan. Para informan memaknai kedisiplinan orang Korea ini sebagai bentuk &#13;
toleransi, sebagai suatu pembelajaran untuk selalu menepati janji dan bentuk &#13;
tanggung jawab kepada diri sendiri. Pemaknaan berikutnya yang dilakukan oleh &#13;
anggota Bandung Korea Community adalah pemaknaan kepada gaya berpakaian &#13;
orang Korea. Informan memaknai gaya berpakaian orang Korea ini sebagai suatu &#13;
bentuk peniruan terhadap artis idol a, sebuah inspirasi dalam hal cara berpakaian dan &#13;
sebagai hal yang tidak sesuai dengan perilaku sopan santun orang Korea. Pemaknaan &#13;
berikutnya adalah pemaknaan kepada gaya bahasa Korea. Para informan memaknai &#13;
gaya bahasa Korea sebagai upaya menumbuhkan suasana Korea, sebagai bentuk &#13;
kesopanan, dan sebagai identitas pencinta kebudayaan Korea. Bukan hanya &#13;
pemaknaan terhadap gaya bahasa verbal tetapi juga pad a gaya bahasa non verbal. &#13;
Gaya bahasa Korea non verbal yang mereka maknai adalah mengepalkan tang an &#13;
sambil berkata hwaiting. Para informan memaknai gaya bahasa non verbal ini sebagai &#13;
bentuk pemberian semangat dan kekompakan. Pemaknaan berikutnya yaitu &#13;
pemaknaan kepada teknologi yang berasal dari Korea. Para informan memaknai &#13;
teknologi yang berasal dari Korea sebagai pemenuhan kebutuhan akan kegemarannya &#13;
mendalami kebudayaan Korea, sebagai identitas pencinta kebudayaan Korea, sebagai &#13;
pemenuhan kebutuhan akan kegemarannya diluar dari kebudayaan Korea, sebagai &#13;
suatu teknologi yang canggih dan terjangkau, dan sebagai bentuk peniruan terhadap &#13;
artis idola. Pemaknaan yang terakhir yaitu pemaknaan kepada kesenian Korea. Para &#13;
informan memaknai kesenian Korea sebagai suatu keindahan, keharmonisan, dan &#13;
sebagai suatu yang membosankan dan membuat j enuh. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Ratu Arya Djuita</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian ini mempunyai judul Pemaknaan Budaya Ko</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Jui p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Jui p/R.21.103</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0100113070003</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.103)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Jui p/R.21.103</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12411</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-01 14:37:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>