
Text
Sitotoksisitas Ekstrak dan Fraksi Teripang (Stichopus horrens) Terhadap Sel Kanker Kolon HCT-116 Dengan Metode Water Soluble Tetrazolium Assay
Kanker kolorektal menempati peringkat ketiga sebagai kanker yang paling sering terjadi di dunia. Di Indonesia, kanker kolorektal menempati peringkat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021161000163 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3456Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3456Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Kanker kolorektal menempati peringkat ketiga sebagai kanker yang paling sering terjadi di dunia. Di Indonesia, kanker kolorektal menempati peringkat keempat setelah tiga jenis kanker tertinggi lainnya. Regimen terapi kanker kolorektal telah mengalami perkembangan selama beberapa tahun terakhir, namun pengobatan dengan toksisitas rendah dan efek yang signifikan masih menjadi masalah yang belum terpecahkan, sehingga perlu dilakukan pencarian agen antikanker yang efektif dan aman yang berasal dari alam. Teripang laut (Stichopus horrens) memiliki potensi sebagai agen antikanker karena terbukti memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker paru A549 dan sel kanker esofagus TE-1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sitotoksisitas ekstrak dan fraksi teripang (Stichopus horrens) terhadap sel kanker kolon HCT-116 serta sel normal HaCaT. Penelitian ini menggunakan metode Water Soluble Tetrazolium (WST) Assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air teripang memiliki sitotoksiksitas berdasarkan nilai IC50 berturut-turut untuk sel kanker kolon HCT-116 adalah 92,09 -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






