Detail Cantuman

Image of Studi fenomologi tentang komunikasi remaja pengguna narkoba

 

Studi fenomologi tentang komunikasi remaja pengguna narkoba


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi yang dilakukan oleh
remaja pengguna narkoba dengan sesama pengguna, konselor, di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700342302.2 Yul s/R.17.33Perpustakaan Pusat (REF.17.33)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Yul s/R.17.33
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix,;260 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi yang dilakukan oleh
    remaja pengguna narkoba dengan sesama pengguna, konselor, di dalam kelompok
    dan dengan orangtua. Penelitian ini berlokasi di RSKO Jakarta. Penelitian ini
    menggunakan perspektif fenomenologi dan teori Interaksi Simbolik, sebagai suatu
    acuan untuk menggali informasi dan persepsi serta melihat perilaku komunikasi
    para informan sebagai subjek penelitian. Data diperoleh dengan cara wawancara
    mendalam, pengamatan berperanserta, dan studi dokumentasi. Metode penelitian
    dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama,
    proses komunikasi dengan sesama pengguna. Proses komunikasi dengan sesama
    pengguna terjadi dalam situasi formal dan non formal. Dalam situasi formal
    biasanya terjadi pada kegiatan belajar mengajar. Sedangkan pada situasi non
    formal, misalnya pada perbincangan sehari-hari, residen bebas mengungkapkan
    apa yang ada dalam pikiran mereka. Contohnya, residen saling berbagi cerita
    tentang pengalaman hidup ketika masih menggunakan narkoba hingga
    pengalaman selama di RSKO Jakarta. Kedua, proses komunikasi dengan
    konselor/ brother. Proses komunikasi ini bertujuan membangun karakter dan
    mental yang kuat dalam diri residen sehingga benar-benar bisa meninggalkan atau
    melupakan narkoba. Ketiga, proses komunikasi di dalam kelompok. Proses
    komunikasi ini sengaja diadakan agar residen terbiasa memecahkan sebuah
    permasalahan secara bersama. Selain itu, dalam setiap kegiatan diskusi ini,
    residen akan merasa tertantang untuk termotivasi memecahkan masalah dengan
    rekan lainnya dan menyatukan visi mereka. Selain itu, adapun tujuan proses
    komunikasi di dalam grup ini, guna membangun rasa percaya diri residen dalam
    menghadapi dunia luar atau masyarakat. Keempat, proses komunikasi dengan
    orangtua. Dalam proses komunikasi ini, peran orangtua sangatlah besar dalam
    mendukung perkembangan mental dan karakter residen. Dengan kata lain, remaja
    pengguna narkoba butuh perhatian dari orangtua ataupun keluarga. Karena itu,
    diperlukan peran keluarga dalam mendukung penyembuhan residen, yaitu : dalam
    kunjungan, dukungan dan motivasi, kepercayaan, dan pujian.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi