
Text
Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Simvastatin Melalui Kokristalisasi Dengan Metode Solvent Evaporation Menggunakan Koformer Sakarin dan Asam Malat
Simvastatin adalah obat antikolesterol yang termasuk klasifikasi BCS (Biopharmaceuticall Classification System) kelas II, yaitu obat dengan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021161000150 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3443Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3443Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Simvastatin adalah obat antikolesterol yang termasuk klasifikasi BCS (Biopharmaceuticall Classification System) kelas II, yaitu obat dengan permeabilitas yang baik tetapi memiliki kelarutan yang buruk. Salah satu cara untuk meningkatkan kelarutan adalah dengan cara kokristaliasi metode solvent evaporation dengan koformer sakarin dan asam malat. Kokristal yang terbentuk diuji kelarutannya dan kokristal dengan kelarutan terbaik kemudian diuji disolusi dan dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri IR, DSC, dan PXRD. Kokristal simvastatin sakarin dengan perbandingan equimolar 1:2 memberikan kenaikan kelarutan terbaik dibandingkan kokristal lain dengan kenaikan 12,18 kali terhadap simvastatin murni. Hasil uji disolusi kokristal simvastatin sakarin 1:2 menunjukan kenaikan laju disolusi kokristal terhadap simvastatin murni sebesar 8,76 kali dan mencapai kondisi steady state pada menit 30. Hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometri IR, DSC, dan PXRD mengindikasikan tidak terjadi rekasi kimia pada saat proses kokristalisasi dan terbentuknya fasa kristal yang berbeda dari simvastatin murni dan campuran fisiknya.
Kata Kunci : Simvastatin, Kokristal, Sakarin, Asam Malat, Kelarutan, Disolusi, Karakterisasi -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






