Text
Jeritan Bangsa Rakyat Papua Barat mencari Keadilan
Ketika Kennedy bertemu dengan wakil Belanda, Ia mengatakan bahwa, “Papua Barat: bukanlah negeri yang pantas diurusi kekuatan-kekuatan besar dunia. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB006366 320.199.1 WOW j Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 320.199.1 WON jPenerbit Galangpress : YOGYAKARTA., 2009 Deskripsi Fisik 368 hlm; ind., biblio.; 23 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 978-602-8174-20-6Klasifikasi 320.199.1Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed. 1, Cet 1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ketika Kennedy bertemu dengan wakil Belanda, Ia mengatakan bahwa, “Papua Barat: bukanlah negeri yang pantas diurusi kekuatan-kekuatan besar dunia. ” Selain itu, Ia pernah mengatakan kepada Dr.Van Roijcn yang saat itu menjabat Duta Besar Belanda di Amerika, ”orang-orang Papuamu hanya berjumlah 700.000 dan masih hidup di zaman batu. ” R. Komer Seorang anggota CIA yang diangkat menjadi Staf Gedung Putih menyatakan kepada Pihak Australia ”pernyataan bahwa Indonesia pro blok bila bukan komunis merupakan ancaman bagi mereka dan kita, daripada Indonesia yang memiliki beberapa ribu mil tanah kanibal. ” Menteri Luar Negeri Australia G. Barwick mengatakan kepada Menlu Belanda J. Luns, tentang sikap Partai Buruh Australia dalam mendukung kemerdekaan Papua: Barat, “mereka sedang memerdekakan kutu-kutu tanpa mempertimbangkan akibatnya. " Ironisnya negara- negara yang menghina Tanah dan Bangsa Papua Barat saat itu adalah juga negara-negara yang telah lebih 3 (tiga) dekade ikut menguras kekayaan alam Tanah Papua Barat (yang mereka sebut Negeri Kutu Tanah Kanibal Orang Zaman Batu), baik mineral maupun minyak dan gas bumi sampai hari ini masih mempersoalkan bagian keuntungannya masing-masing tanpa memirkirkan hak asasi penduduk setempat serta atas kedaulatan semua sumber daya alam.. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






