Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil Penggunaan, Index of Adherence dan Biaya Obat-obatan Untuk Penyakit Endokrin, Nutrisi dan Metabolik di Puskesmas Kota Cimahi


Penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik merupakan penyakit yang tergolong cukup tinggi di Indonesia, salah satunya di Kota Cimahi. Tingginya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000144Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3437
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3437
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik merupakan penyakit yang tergolong cukup tinggi di Indonesia, salah satunya di Kota Cimahi. Tingginya prevalensi tersebut dapat memungkinkan terjadinya ketidakrasionalan penggunaan obat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi mengenai penggunaan obat-obatan untuk penyakit tersebut terutama di Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan utama yang banyak dikunjungi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan, Index of Adherence (IoA) dan biaya untuk obat-obatan penyakit endokrin, nutrisi dan metabolisme selama periode 2014 berdasarkan metode Drug Utilization (DU) 90%. Metode DU 90% digunakan dalam menentukan pola penggunaan obat dengan menghitung presentase penggunaan obat tertinggi dalam bentuk DDD (Define Daily Dose)/1000 penduduk/hari pada segmen penggunaan 90%. IoA ditentukan dengan membandingkan penggunaan obat dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) dan WHO Model List of Essential Medicines, sedangkan biaya penggunaan obat-obatan tersebut dihitung dalam bentuk biaya pada segmen DU 90% dan biaya per DDD. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pola penggunaan obat-obatan terbanyak pada segmen DU 90% adalah sianokobalamin (vitamin B12), thiamin HCl (vitamin B1) dan asam askorbat (vitamin C). Nilai IoA rata-rata di seluruh Puskesmas adalah sebesar 97,93% jika dibandingkan dengan DOEN dan 10,02% jika dibandingkan dengan WHO. Pada segmen DU 90% biaya yang dibutuhkan paling tinggi pada Puskesmas Cibeureum sebesar 34,77 % dari total biaya pengobatan dengan biaya/DDD pada segmen 90% sebesar Rp. 8,19 per DDD-nya.

    Kata kunci: DU 90%, biaya, Index of Adherance
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi