<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12376">
 <titleInfo>
  <title>Analisis faktor penyebab konversi kawasan hutan lindung mangrove ke tambak berkaitan dengan pengelolaannya di wilayah pesisirkota singkawang kalimantan barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SLAMET JUMAEDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>magister perikanan Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi, 158 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>SLAMET JUMAEDI, Analis Faktor Penyebab Konversi Kawasan Hutan &#13;
Lindung Mangrove ke Tambak Berkaitan Dengan Pengelolaannya di Wilayah &#13;
Pesisir Kota Singkawang Kalimantan Barat. Dibimbing oleh OTONG SUHARA &#13;
DJUNAEDI dan ZAHIDAH HASAN &#13;
&#13;
Jenis vegetasi mangrove yang terdapat di lokasi penelitian (dalam transek) &#13;
terdiri dari Avicennia alba, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, dan &#13;
Excoecaria agallocha. Indeks Nilai Penting (INP) vegetasi mangrove untuk &#13;
tingkat pohon tertinggi terdapat pada jenis Avicennia alba yaitu 265,95, &#13;
Sonneratia alba (25,10), Rhizophora mucronata (8,96), dan Excoecaria agallocha &#13;
(0,00). INP yang besar pada jenis Avicennia alba dan Sonneratia alba &#13;
menunjukan bahwa jenis ini merupakan jenis yang paling dominan dan mampu &#13;
menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga jika ada upaya &#13;
rehabilitasi terhadap kawasan yang rusak, maka prioritas utama jenis vegatasi &#13;
mangrove yang ditanam adalah Avicennia alba kemudian diikuti Sonneratia alba &#13;
lalu Rhizophora mucronata dan Excoecaria agallocha. &#13;
&#13;
Nilai total manfaat ekonomi mangrove di Pesisir Kota Singkawang adalah &#13;
sebesar Rp. 248.184.754,76/ha/thn atau sekitar 7 (tujuh) kali lebih besar jika &#13;
bandingkan dengan nilai ekonomi tambak yang sebesar Rp. 35.425.000,00 &#13;
/ha/thn. Hal ini menunjukan bahwa lebih menguntungkan mangrove dibiarkan &#13;
dalam kondisi lestari daripada dikonversi menjadi tambak. Begitu juga apabila &#13;
nilai ekonomi tambak dibandingkan dengan nilai manfaat langsung ekosistem &#13;
mangrove (Rp. 78. 178.363,03/ha/thn), maka nilai ekonomi tambak tetap lebih &#13;
kecil. &#13;
&#13;
Faktor penyebab utama konversi ekosistem mangrove menjadi tambak di &#13;
wilayah pesisir Kota Singkawang adalah (1) Tingginya kebutuhan ekonomi dan &#13;
kurangnya kesadaran kepentingan ekologis serta kepedulian masyarakat akan &#13;
dampak lingkungan, (2) Proses penetapan kawasan menjadi hutan lindung bakau &#13;
Berdasarkan SK MenHut No. 259/kpts-II/2000 dilakukan tanpa sepengetahuan &#13;
dan tanpa melibatkan masyarakat yang sudah mendiami kawasan ini secara turun &#13;
temurun. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya perusakan hutan mangrove berat &#13;
oleh masyarakat yang ditimbulkan karena kekecewaan masyarakat pesisir Kota &#13;
Singkawang yang tentunya akan berdampak pada masa yang akan datang. &#13;
Kemudian rendahnya kesadaran masyarakat tentang konversi dan fungsi &#13;
ekosistem mangrove. (3) Berdasarkan Parameter fisik lingkungan mangrove yang &#13;
di amati terdiri dari Suhu Air, KekeruhanlTurbiditas, Kecerahan Perairan Laut, &#13;
dan Gelombang, untuk variabel kimiawi lingkungan mangrove yang diamati &#13;
adalah Salinitas, Derajat Keasaman (pH air), Oksigen Terlarut (DO), dan &#13;
Kandungan Unsur Hara (Nutrient) di wilayah pesisir Kota Singkawang yang mana &#13;
kondisi fisik kimiawi ekosistem mangrove sangat baik dan sangat dimungkinkan &#13;
untuk budidaya tambak udang, Reklamasi seperti ini telah memusnakan ekosistem &#13;
&#13;
VI &#13;
&#13;
mangrove dan juga mengakibatkan efek - efek yang negatif terhadap perikanan di &#13;
perairan pantai pesisir Kota Singkawang. Selain itu kehadiran saluran-saluran &#13;
drainase mengubah sistem hidrologi air tawar di daerah mangrove yang masih &#13;
utuh yang terletak ke arah laut menjadi tidak berfungsi dan hal ini mengakibatkan &#13;
dampak negatif. Hal ini ditunjang dari pandangan masyarakat terhadap &#13;
pengelolaan ekosistem mangrove yang hanya sebesar 49.1 %, artinya masyarakat &#13;
masih memandang pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pesisir Kota Singkawang &#13;
selama ini berjalan kurang baik. &#13;
&#13;
Alternatif solusi untuk mengatasi pemasalahan dalam pengelolaan &#13;
ekosistem mangrove di Pesisir Kota Singkawang adalah dengan memperbaiki dan &#13;
memperkuat struktur kelembagaan agar lebih efektif sehingga menghasilkan &#13;
performance ekosistem mangrove yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan cara: &#13;
(1) merevisi tapal batas (zonasi) kawasan hutan lindung mangrove, sehingga tidak &#13;
ada hakllahan masyarakat yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung &#13;
mangrove; (2) memberikan akses terbatas kepada masyarakat untuk tetap dapat &#13;
mengusahakan budidaya tambak udang sistem silvofishery (80% (tambak) : 20% &#13;
(Mangrove)) dengan aturan dan kewajiban-kewajiban tertentu yang dituangkan &#13;
dalam kesepakatan konservasi (kontrak sosial). Jenis mangrove yang ditanam &#13;
hendak jenis yang cocok untuk daerah tersebut yaitu Avicennia alba dan &#13;
Sonneratia alba. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil perhitungan analisis usaha yang meliputi analisis &#13;
pendapatan usaha, analisis imbangan penerimaan dan biaya (R-C Ratio), analisis &#13;
waktu pengembalian modal (Payback Period), menunjukan bahwa usaha &#13;
budidaya udang galah di pesisir kota singkawang secara semi-intensif lebih &#13;
menguntungkan dibandingkan secara tradisional.</note>
 <note type="statement of responsibility">Slamet Jumaedi</note>
 <subject authority="">
  <topic>ekosistem mangrove, hutan lindung, degradasi, stra</topic>
 </subject>
 <classification>388.1 Jum a/R.23.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>388.1 Jum a/R.23.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700429</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.3)</sublocation>
    <shelfLocator>388.1 Jum a/R.23.3</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12376</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-17 09:46:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>