Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Evaluasi Nilai Persediaan dan Biaya Pemakaian Obat Pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Wilayah Arcamanik Kota Bandung


Setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program kesehatan dari pemerintah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000133Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3426
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3426
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program kesehatan dari pemerintah yang diberlakukan sejak 1 Januari 2014 yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memeratakan pelayanan kesehatan. Puskesmas merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting di Indonesia dalam pelaksanaan JKN. Puskesmas dalam hal ini sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan kesehatan di Indonesia karena Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang dalam fasilitas kesehatan yang salah satu tugasnya yaitu mengelola persediaan obat guna menghindari perhitungan kebutuhan obat yang tidak akurat dan tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai persediaan obat dan biaya pemakaian obat di Puskesmas Wilayah Arcamanik Kota Bandung. Penelitian dilakukan menggunakan desain analisis observasional deskriptif dengan metode cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Metode yang digunakan adalah analisis ABC Indeks Kritis dan menghitung biaya pemakaian obat di Puskesmas Wilayah Arcamanik Kota Bandung. Hasil analisis ABC Indeks Kritis menunjukkan bahwa terdapat 6 (3,03%) item obat merupakan kelompok A, 79 (39,89%) item obat kelompok B dan sisanya sebanyak 113 (57,07%) item obat merupakan kelompok C. Total biaya pemakaian sebesar Rp1.648.342.057,00 dengan jumlah pemakaian sebanyak 2.706.131 item dari 198 jenis obat dan penyakit terbanyak adalah ISPA dengan biaya pemakaian obat sebesar Rp17.656.056,00 hingga Rp143.521.500,00
    Kata Kunci: nilai persediaan, biaya pemakaian obat, analisis ABC Indeks Kritis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi