
Text
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi Buah Malaka (Phyllanthus emblica (L.) Terhadap Bacillus cereus FNCC 0057 dan Shigella dysenteriae ATCC 13313
Diare merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi defekasi menjadi lebih dari tiga kali/hari serta bentuk feses yang lebih ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021161000129 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3422Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3422Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Diare merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi defekasi menjadi lebih dari tiga kali/hari serta bentuk feses yang lebih cair. Dalam pengobatan Ayurveda, buah malaka sering digunakan untuk mencegah tumor, inflamasi dan sebagai antimikroba dan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi buah malaka serta menentukan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap Bacillus cereus dan Shigella dysenteriae. Tahap penelitian meliputi pengumpulan buah malaka dari Bogor, Indonesia, determinasi tumbuhan, penyiapan dan ekstraksi buah malaka, fraksinasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi, penentuan KHTM dan KBM ekstrak dan fraksi teraktif, penapisan fitokimia ekstrak dan fraksi teraktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah malaka memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus cereus dan Shigella dysenteriae pada konsentrasi 2%. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari setidaknya satu senyawa dari golongan alkaloid, tanin, kuinon, flavanoid, polifenol, saponin, monoterpenoid atau sesquiterpenoid. Fraksi teraktif dari ekstrak tersebut adalah fraksi etil asetat, dimana aktivitasnya lebih besar dibandingkan aktivitas antibakteri ekstrak. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 6% terhadap B. cereus dan S. dysenteriae. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari setidaknya lima senyawa dari golongan alkaloid, tanin, flavanoid, monoterpenoid dan sesquiterpenoid. Ekstrak etanol buah malaka memiliki KHTM terhadap B. cereus pada konsentrasi 0,125% - 0,25% (b/v) dan KBM sebesar 0,25% (b/v), sedangkan nilai KHTM terhadap S. dysenteriae pada konsentrasi 0,25% - 0,5% (b/v) dan KBM sebesar 0,5% (b/v). Fraksi etil asetat dari ekstrak etanol buah malaka memiliki KHTM terhadap B. cereus pada konsentrasi 0,1875% - 0,375% (b/v) dan KBM sebesar 0,375% (b/v), sedangkan nilai KHTM terhadap S. dysenteriae pada konsentrasi 9,375.10-2 % - 0,1875% (b/v) dan KBM sebesar 0,1875% (b/v).
Kata kunci : Diare, Antibakteri, Buah malaka, Bacillus cereus, Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), Shigella dysenteriae -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






