Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Hubungan Polimorfisme Gen Apmi Dengan Obesitas Sentral Sebagai Faktor Risiko Sindroma Metabolik


Sindroma metabolik merupakan suatu kluster paling berbahaya yang dapat ditandai dengan kondisi obesitas sentral sebagai faktor risiko. Seseorang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000125Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3418
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3418
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sindroma metabolik merupakan suatu kluster paling berbahaya yang dapat ditandai dengan kondisi obesitas sentral sebagai faktor risiko. Seseorang dengan obesitas sentral memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular. Selain faktor ketiadaan pergerakan fisik, penuaan, kondisi proinflamasi, hormonal, ternyata faktor genetik dan perbedaan etnis juga mempengaruhi kondisi obesitas sentral. Polimorfisme gen merupakan suatu istilah yang menggambarkan kondisi genetik pada lokus tertentu dalam genom. Polimorfisme genetik adalah penyebab dari variasi bentuk atau jenis individu dari suatu spesies. Gen APM1 merupakan gen yang terletak pada kromosom 3q27 dan memiliki tiga ekson serta dua intron. Peranan gen AMP1 ini erat kaitannya dengan sindroma metabolik, yaitu berhubungan dengan kadar adiponektin, penyakit diabetes tipe 2, obesitas, dan resistensi insulin. Penelitian ini menunjukkan profil gen APM1 rs2241766 dengan pesebaran genotipe 55,45% homozigot TT dan 44,54% memiliki genotipe heterozigot GT. Pada kelompok obesitas sentral terdapat 29,09% (n=32) sampel dengan genotipe homozigot TT dan 20,90% (n=23) sampel dengan genotipe heterozigot GT. Kelompok normal menunjukkan 26,45% (n=29) sampel dengan genotipe homozigot TT dan 23,63% (n=26) sampel dengan genotipe heterozigot GT. Ditemukan bahwa genotipe ini tidak memenuhi kesetimbangan Hardy-Weinberg dan juga tidak memiliki hubungan dengan obesitas sentral sebagai faktor risiko sindroma metabolik, kondisi ini menguatkan penelitian sebelumnya bahwa gen APM1 rs2241766 lebih kuat berpengaruh terhadap resistensi insulin dan obesitas dibandingkan obesitas sentral.


    Kata kunci : Sindroma metabolik, obesitas sentral, gen APM1, rs2241766.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi