Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) Pada Tikus Putih Galur Wistar Dengan Metode Induksi Aloksan


Menurut data WHO, pada tahun 2014 total penderita diabetes di Indonesia mencapai 9 juta jiwa. Selain obat sintetik, obat tradisional cukup banyak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000085Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3377
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3377
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Menurut data WHO, pada tahun 2014 total penderita diabetes di Indonesia mencapai 9 juta jiwa. Selain obat sintetik, obat tradisional cukup banyak digunakan oleh penderita DM. Penelitian tentang aktivitas antidiabetes dari beberapa spesies pada genus Plectranthus menunjukkan bahwa Plectranthus esculenthus dan P. amboinicus memiliki aktivitas antidiabetes pada tikus. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai aktivitas antidiabetes dan dosis efektif dari tanaman iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br) yang berasal dari genus yang sama dengan kedua tanmaan di atas dan telah digunakan secara empiris sebagai antidiabetes oral. Ekstraksi simplisia daun iler dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan dengan menggunakan hewan uji tikus putih jantan galur Wistar yang diberi diabetogen aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 175 mg/kgBB. Tikus yang telah mengalami diabetes kemudian diberi ekstrak etanol daun iler dengan dosis 100; 200; dan 300 mg/kgBB secara peroral selama 6 hari. Obat yang digunakan sebagai kontrol positif adalah glibenklamid dengan dosis 0,5 mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum penginduksian dan selama 7 hari sejak hari pertama pemberian sediaan menggunakan metode amperometrik yang memanfaatkan reaksi enzimatis glukosa dehidrogenase dengan alat ukur glukometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis 200 mg/kgBB merupakan dosis yang memiliki aktivitas antidiabetes paling baik, diikuti oleh dosis 300 mg/kgBB, dengan persentase penurunan glukosa darah relatifnya berturut-turut sebesar 21,52% dan 3,64%, tetapi dosis 100 mg/kgBB tidak memiliki aktivitas antidiabetes. Aktivitas antidiabetes ekstrak dosis 200 mg/kgBB tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan glibenklamid yang memiliki persentase penurunan kadar glukosa relatif sebesar 21,35%.
    Kata kunci : iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.), antidiabetes, aloksan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi