Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Salep Fraksi Teraktif Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula L.) Terhadap Propionibacterium acnes Isolat Klinis dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853


Infeksi bakteri pada kulit umumnya disebabkan oleh Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa. Pada penelitian ini dilakukan formulasi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000069Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3361
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3361
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Infeksi bakteri pada kulit umumnya disebabkan oleh Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan salep antibakteri dari fraksi teraktif kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) yang diketahui memiliki aktivitas terhadap kedua bakteri tersebut. Selain itu dilakukan pula evaluasi fisik dan uji aktivitas terhadap kedua bakteri uji. Ekstrak dan fraksi diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar, fraksi teraktif ditentukan berdasarkan hasil uji aktivitas tersebut. Fraksi teraktif ditentukan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dengan metode mikrodilusi. Formula salep dibuat dengan konsentrasi fraksi teraktif 2-4 X KHTM. Karakteristik fisik dari sediaan yang diamati meliputi perubahan organoleptik, pH, dan viskositas selama 28 hari penyimpanan. Aktivitas antibakteri dari fraksi dibandingkan antara sebelum dan setelah dibuat sediaan dengan metode kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi teraktif dengan KHTM dan KBM sebesar 175 ppm dan 350 ppm untuk Propionibacterium acnes, serta 400 ppm dan 800 ppm untuk Pseudomonas aeruginosa. Dari hasil evaluasi terhadap formula disimpulkan bahwa karakteristik fisik dari sediaan salep basis hidrofob dan hidrofil tidak berubah selama 28 hari penyimpanan. Dari kedua jenis salep tersebut, salep basis hidrofil memiliki aktivitas lebih baik terhadap kedua bakteri uji dengan diameter zona hambat yang tidak mengalami perubahan selama 28 hari penyimpanan.

    Kata Kunci : Kulit Batang Trengguli, Salep Antibakteri, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi