Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi Buah Malaka (Phyllanthus emblica (L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli


Pengobatan Ayurveda atau umumnya dikenal sebagai pengobatan tradisional India adalah suatu pengobatan atau perawatan dengan cara, obat, dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000060Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3352
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3352
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengobatan Ayurveda atau umumnya dikenal sebagai pengobatan tradisional India adalah suatu pengobatan atau perawatan dengan cara, obat, dan pengobatannya yang mangacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun oleh masyarakat India. Buah malaka sering digunakan di India sebagai antimikroba, antivitrus dan anti kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi buah malaka serta menentukan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tahap penelitian meliputi pengumpulan buah malaka kering dari India dan Bogor, determinasi tumbuhan, penyiapan dan ekstraksi buah malaka, fraksinasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi, penentuan KHTM dan KBM ekstrak dan fraksi teraktif, penapisan fitokimia ekstrak dan fraksi teraktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah malaka dari India dan juga Bogor memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus pada konsentrasi 2%. Namun, ekstrak etanol buah malaka dari India dan juga Bogor memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli pada konsentrasi sama yaitu 2%. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari setidaknya 1 senyawa dari golongan alkaloid, tanin, kuinon, flavonoid, polifenol, saponin, monoterpenoid atau sesquiterpenoid. Fraksi teraktif dari ekstrak tersebut adalah fraksi etil asetat, dimana aktivitasnya lebih besar dibandingkan aktivitas antibakteri ekstrak. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 6% terhadap S. aureus dan terhadap E.coli. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari setidaknya 5 senyawa dari golongan alkaloid, tanin, flavonoid, monoterpenoid dan sesquiterpenoid. Ekstrak etanol buah malaka memiliki KHTM terhadap E. coli pada konsentrasi 0,125% - 0,25% (b/v) dan KBM sebesar 0,25% (b/v). Fraki etil asetat dari ekstrak etanol buah malaka memiliki KHTM terhadap S. aureus pada konsentrasi 0,75% - 1,5% (b/v) dan KBM sebesar 1,5% (b/v), sedangkan nilai KHTM terhadap E. coli pada konsentrasi 1,5%- 3,00% (b/v) dan KBM sebesar 3% (b/v).


    Kata kunci : Antibakteri, Buah malaka, Bogor, Escherichia coli, India, Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), Staphylococcus aureus
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi