<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12275">
 <titleInfo>
  <title>Busana Kaum Menak Priangan 1808 - 1942</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYU SEPTIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 236 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Busana merupakan salah satu aspek dari gaya hidup. Busana menjadi &#13;
tanda pengenal seseorang dalam masyarakat. Bagi kaum menak Priangan, busana &#13;
merupakan simbol status, simbol kekuasaan mereka terhadap rakyatnya. Menak &#13;
sebagai kaum bangsawan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas atas rakyatnya. &#13;
Tidak terbatas artinya adanya anggapan bahwa bupati memiliki kekuatan magis­ &#13;
religius yang ditakdirkan oleh Tuhan kepadanya sehingga ia memiliki kekuasaan &#13;
yang mutlak, tunggal, dan menyeluruh. Oleh karena itu, untuk meneguhkan &#13;
kekuasaannya diciptakanlah simbol-simbol seperti busana, hiasan-hiasan dalam &#13;
busana: kancing dan sulaman, perlengkapan-perlengkapan kebesaran yang diatur &#13;
dalam staatsblad. Aturan berbusana tersebut perlahan-lahan mulai ditinggalkan &#13;
seiring dengan terjadinya pembaratan di Hindia Belanda pada umunya dan di &#13;
Priangan khususnya mulai akhir ab ad ke-19 sampai awal abad ke-20. Pada masa &#13;
itu, busana-busana din as bupati yang diatur dalam peraturan khusus mulai tergeser &#13;
oleh busana-busana gaya Eropa seperti jas, kemeja, dan celana pantalon. Hal yang &#13;
paling menonjol pada masa itu adalah perubahan busana perempuan. perubahan &#13;
yang esensial terjadi pada pemakaian wama dan hiasan, serta motifkebaya. Untuk &#13;
melakukan penelitian ini diperlukan suatu metode sistematis. Penelitian ini &#13;
menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan kerja yaitu heuristik, &#13;
kritik, interpretasi, dan historiografi. Selain itu, digunakan pula konsep dan teori &#13;
dari ilmu politik, antropologi politik, dan budaya visual. Dari penelitian ini dapat &#13;
disirnpulkan bahwa aturan busana yang ditetapkan oleh Pemerintah Belanda &#13;
sesungguhnya menunjukkan turunnya kewibawaannya rnereka. Hal ini disebabkan &#13;
kedudukan bupati dalarn struktur birokrasi kolonial berada di bawah kekuasaan &#13;
Pernerintah Belanda. Oleh karena itu tidak rnengherankan jika aturan berbusana &#13;
tersebut menggunakan sirnbol-sirnbol Belanda. Narnun dernikian, aturan tersebut tergeser ketika kaum rnenak memperoleh pendidikan barat dan mulai &#13;
menggunakan bus ana gaya Eropa. Penggunaan busana gaya Eropa semakin sering &#13;
terlihat dengan dibukanya toko bus ana dan penjahit. Selain itu juga, pendidikan &#13;
barat menjadi salah satu faktor munculnya kesadaran berpenarnpilan di kalangan &#13;
perempuan menak.</note>
 <note type="statement of responsibility">Ayu Septiani</note>
 <subject authority="">
  <topic>busana kaum menak pinang 1808-1942</topic>
 </subject>
 <classification>959.8 sep b</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 sep b/R.18.254</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010011307000</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.18.254)</sublocation>
    <shelfLocator>959.8 sep b/R.18.254</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12275</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-23 14:40:45</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>