Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica Charantia L.), Buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa [Scheff.] Boerl.), Dan Biji Klabet(Trigonella Foenum-Graecum L.) Dengan Metode Induksi Aloksan


Telah banyak diteliti tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes antara lain ekstrak buah pare (Momordica charantia L.), buah mahkota dewa ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021161000012Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3290
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3290
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah banyak diteliti tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes antara lain ekstrak buah pare (Momordica charantia L.), buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.), dan biji klabet (Trigonella foenum-graecum L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antidiabetes kombinasi ketiga ekstrak etanol tanaman tersebut di atas dengan rancangan sediaan kombinasi dosis sebagai berikut yaitu, kelompok uji 1 dengan kombinasi dosis 1:1:1 (50 mg/200 g BB ekstrak buah pare, 110 mg/200 g BB ekstrak buah mahkota dewa, dan 280 mg/ 200 g BB ekstrak biji klabet), kelompok uji 2 dengan kombinasi dosis 2:1:1 (100 mg/ 200 g BB ekstrak buah pare, 110 mg/ 200 g BB ekstrak buah mahkota dewa, dan 280 mg/ 200 mg BB ekstrak biji klabet), kelompok uji 3 dengan kombinasi dosis 1:2:1 (50 mg/ 200 g BB ekstrak buah pare, 220 mg/ 200 g BB ekstrak buah mahkota dewa, dan 280 mg/200 g BB ekstrak biji klabet) dan kelompok uji 4 dengan kombinasi dosis 1:1:2 (50 mg/200 g BB ekstrak buah pare, 110 mg/200 g BB ekstrak buah mahkota dewa, dan 560 mg/200 g BB ekstrak biji klabet) yang diberikan secara peroral menggunakan metode induksi aloksan pada tikus. Metode ekstrasi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Glukosa darah puasa diukur pada hari sebelum diinduksi aloksan, tiga hari setelah diinduksi aloksan serta pada hari ke-2, ke-4, ke-6, dan ke-8 setelah pemberian sediaan uji menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan kelompok uji 3 mempunyai pengaruh aktivitas antidiabetes terbaik terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus, diikuti berturut-turut dengan kelompok uji 1, kelompok uji 4, dan kelompok uji 2.
    Kata kunci: Buah Pare, Buah Mahkota Dewa, Biji Klabet, Antidiabetes, Aloksan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi