Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Perbaikan Tekanan Darah dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Dengan Gangguan Ginjal di Poliklinik Ginjal Hipertensi RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung


Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi hipertensi dari 7,6 persen tahun 2007 menjadi 9,5 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021160700005Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    54
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    54
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi hipertensi dari 7,6 persen tahun 2007 menjadi 9,5 persen tahun 2013 di Indonesia. Berdasarkan hasil laporan Indonesian Renal Registry (IRR) dari Perkumpulan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) pun menyatakan bahwa hipertensi menjadi penyakit penyerta pasien hemodialisa tertinggi sebanyak 44% pada tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan gangguan ginjal di Poliklinik Ginjal Hipertensi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan menggunakan pretest - posttest design dan menggunakan instrumen penelitian kuesioner MINICHAL untuk menilai kualitas hidup. Subjek penelitian pada penelitian ini sebanyak 24 subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan nilai rata-rata tekanan darah sebelum konseling yaitu tekanan darah sistolik (161,7 mmHg) menjadi (127,5 mmHg) dan tekanan darah diastolik (95,0 mmHg) menjadi (80,8 mmHg) sesudah konseling dengan nilai P < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa tekanan darah sistolik dan diastolik sesudah konseling lebih rendah dibandingkan sebelum konseling. Nilai rata-rata perbaikan kualitas hidup sebelum konseling (34,9) menjadi (78,1) sesudah konseling dengan nilai P < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa kualitas hidup sesudah konseling lebih tinggi dibandingkan sebelum konseling pada pasien hipertensi dengan gangguan ginjal. Dengan demikian konseling apoteker menunjukkan adanya perbaikan terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan gangguan ginjal.

    Kata kunci: Konseling apoteker, hipertensi dengan gangguan ginjal, tekanan darah, kualitas hidup
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi