Implementasi Kebijakan Ekspor Rotan Dan Produk Rotan di Kabupaten Cirebon
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan
tentang ekspor rotan dan produk rotan di kabupaten Cirebon yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120700303 351 Zul i/R.17.170 Perpustakaan Pusat (REF.17.170) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Zul i/R.17.170Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik ix,;231 hlm,;29,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Waluyo Zulfikar -
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan
tentang ekspor rotan dan produk rotan di kabupaten Cirebon yang dilatari oleh
munculnya kebijakan mengenai ekspor rotan dan produk rotan yang dikeluarkan
oleh Menteri Perdagangan (SK. No. 35/M-DAGIPER/1112011). Kebijakan ini
dirancang untuk menanggulangi menurunnya produksi rotan di Indonesia dan
mengembangkan kembali industri unggulan mebeul dan kerajinan rotan. Cirebon
dipilih sebagai lokasi penelitian ini karena Cirebon merupakan daerah industri
hilir rotan utama di Indonesia, selain itu rotan juga memiliki peran kultural
tertentu bagi masyarakat Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif,
dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan
melalui wawancara mendalam mengenai persepsi pihak terkait mengenai
kebijakan tersebut. Data sekunder yang dikumpulkan berupa kronologi kebijakan,
peraturan perundangan dan berita mengenai tema penelitian. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa impelementasi kebijakan ekspor rotan dan produk rotan di
Kabupaten Cirebon dapat dinilai dari konten dan konteks kebijakan. Konten
kebijakan meliputi; kepentingan yang dipengaruhi, manfaat yang diperoleh,
perubahan yang diharapkan, letak pengambilan keputusan, pelaksana program,
dan komitmen terhadap sumber daya. Sedangkan konteks kebijakan meliputi:
kekuatan, kepentingan dan strategi dari actor terlibat, institusi dan karakteristik
program, kepatuhan dan daya tanggap. Berdasarkan hasil penelitian tersebut
disimpulkan bahwa implementsi kebijakan ekspor rotan dan produk rotan masih
kurang memadai karena kebijakan ini masih berlaku parsial.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






