Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Evaluasi Ketersediaan Hayati Kalsium Atorvastatin Dengan Hasil Ko-Kristalisasi Nikotinamida Dan Aspartam Pada Tikus


Rendahnya ketersediaan hayati oral suatu zat aktif bisa saja diakibatkan oleh rendahnya kelarutan, degradasi pada saluran pencernaan maupun klirens ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000213Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3342
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3342
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Rendahnya ketersediaan hayati oral suatu zat aktif bisa saja diakibatkan oleh rendahnya kelarutan, degradasi pada saluran pencernaan maupun klirens presistemik yang tinggi. Berbagai pendekatan yang dapat memperbaiki sifat-sifat tersebut tentu saja dapat meningkatkan ketersediaan hayati zat aktif. Kalsium atorvastatin merupakan obat anti-hiperlipidemia yang sekarang ini banyak digunakan, memiliki kelarutan yang kurang baik dan ketersediaan hayati yang hanya mendekati 14%. Untuk meningkatkan ketersediaan hayati obat yang rendah salah satunya adalah dengan meningkatkan kelarutan dengan cara ko-kristalisasi. Ko-kristal adalah material yang mengandung dua atau lebih molekul berbeda yang membentuk satu fasa kristalin baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan hayati ko-kristal kalsium atorvastatin di dalam plasma tikus. Karakterisasi ko-kristal dilakukan dengan difraksi sinar-x dan spektrofotometri FT-inframerah. Suspensi encer yang mengandung ko-kristal kalsium atorvastatin (setara dengan 20 mg kalsium atorvastatin) diberikan kepada tikus. Sampel darah diambil pada waktu 0; 0,5; 1; 2; 4; dan 8 jam setelah pemberian obat. Kadar kalsium atorvastatin dalam plasma dianalisis dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Ko-kristal kalsium atorvastatin-nikotinamid dan aspartam (1:1) dibuat dengan metode solvent evaporation meningkatkan ketersediaan hayati relatif dari kalsium atorvastatin dengan nikotinamid hingga 1,73 sedangkan kalsium atorvastatin dengan aspartam 1,5 kali lebih tinggi dan dibandingkan dengan tablet inovator dapat menghasilkan hingga 2,36 kali.
    Kata kunci: Kalsium atorvastatin, nikotinamid, aspartam, ko-kristal, ketersediaan hayati, solvent evaporation
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi