Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil Penggunaan, Index Of Adherence Dan Biaya Obat-Obatan Untuk Penyakit Endokrin, Nutrisi Dan Metabolik Di Puskesmas Kabupaten Bandung Barat


Penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar tidak saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000211Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3334
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3334
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar tidak saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan pada praktik perawatan kesehatan di Indonesia berkaitan dengan hal tersebut. Di Indonesia, semakin banyak pasien berobat ke Puskesmas dalam jangka panjang, sehingga penggunaan obat-obatan untuk penyakit tersebut semakin meningkat, seperti halnya yang terjadi di seluruh Puskesmas di Kabupaten Bandung Barat (32 Puskesmas). Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian penggunaan obat untuk penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik di Puskesmas Kabupaten Bandung Barat, baik dari segi farmakoepidemiologi maupun farmakoekonomi. Penelitian ini menggunakan metode Defined Daily Doses (DDD), Drug Utilization 90% (DU 90%) dan Index of Adherence (%), yang digunakan untuk menghitung nilai DDD obat yang digunakan, melihat profil penggunaan 90% obat dan menghitung Index of Adherence (IoA). Data yang digunakan adalah data dari hasil rekapan Lembar Permintaan dan Pemakaian Obat (LPLPO) tahun 2014 yang kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa total penggunaan obat-obatan untuk penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik di seluruh Puskesmas di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2014 adalah sebesar 6.158.078 DDD atau 11,6 DDD/1.000 penduduk/hari. Obat yang termasuk ke dalam segmen DU 90% adalah sinokobalamin (Vit B12), kaptopril 25mg, asam askorbat 50mg, kalsium laktat dan amlodipin. Total biaya penggunaan untuk obat-obatan penyakit endokrin, nutrisi dan metabolik adalah sebesar Rp 900,-/DDD. Total biaya yang digunakan untuk obat-obatan di segmen DU 90% dan DU 10% adalah masing-masing sebanyak Rp 350,-/DDD dan Rp 549,-/DDD. Rentang IoA di seluruh Puskesmas berkisar 3% - 27%.
    Kata kunci: Defined Daily Doses (DDD), Drug Utilization 90% (DU 90%), Index of Adherence, Puskemas Kabupaten Bandung Barat
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi