Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Formulasi Gel Antiseptik Ekstrak Buah Kawang (Lithocarpus Celebicus (Miq.) Rehder) Dan Uji Efektivitasnya Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 29213 Dan Escherichia Coli Atcc 25922


Antiseptik merupakan zat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme yang hidup dipermukaan tubuh. Adanya resistensi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000190Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3263
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3263
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Antiseptik merupakan zat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme yang hidup dipermukaan tubuh. Adanya resistensi terhadap antiseptik yang beredar di pasaran, sehingga dibutuhkan obat antiseptik lain yang memanfaatkan bahan alam. Berdasarkan hasil penelitian pada buah kawang (Lithocarpus celebicus (Miq.) Rehder) terdapat senyawa flavonoid yang mempunyai aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formulasi sediaan gel antiseptik ekstrak etanol buah kawang serta mengetahui efektivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213dan Escherichia coli ATCC 25922. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi, skrining fitokimia, uji aktivitas dengan difusi agar, penetapan KHTM dan KBM, formulasi gel antiseptik, dan uji sediaan gel. Hasil pengujian menunjukan buah kawang memiliki aktivitas terhadap bakteri dengan nilai KHTM dan KBM pada Staphylococcus aureus ATCC 29213 adalah 5%(b/b) dan 10%(b/b), pada Escherichia coli ATCC 25922 adalah 10% dan 20%. Hasil ekstraksi diformulasikan dalam bentuk gel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 40%. Formulasi dibuat dengan menggunakan basis HPMC 2%. Gel diamati selama 28 hari meliputi parameter organoleptis dengan hasil pengamatan F1 dan F2 memiliki bentuk yang stabil. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka pH semakin asam. Hasil pengujian efektivitas menunjukan gel antiseptik ekstrak memilikidaya hambat yang lebih baik padaStaphylococcus aureus ATCC 29213daripadaEscherichia coli ATCC 25922.
    Kata kunci : Gel antiseptik, Lithocarpus celebicus (Miq.) Rehder, Staphylococcus aureus ATCC 29213,Escherichia coli ATCC 25922
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi