Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Daun Ki Encok (Plumbago Zeylanica L.) Terhadap Staphylococcus Aureus Penyebab Karies Gigi


Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme, seperti ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000185Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3258
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3258
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme, seperti Staphylococcus aureus dan ditandai dengan demineralisasi jaringan keras gigi serta kerusakan bahan organiknya. Salah satu sumber dari alam yang digunakan untuk mencegah karies gigi yaitu ki encok (Plumbago zeylanica L.) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun ki encok serta menetapkan nilai KHTM (Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) nya terhadap Staphylococcus aureus isolat klinis. Tahap penelitian meliputi determinasi tumbuhan dan penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, uji aktivitas antibakteri ekstrak, fraksinasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi teraktif, penapisan fitokimia ekstrak dan fraksi teraktif serta penentuan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak dan fraksi teraktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ki encok memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus isolat klinis sampai konsentrasi 5%. Ekstrak ini berupa cairan kental, berwarna hitam, berbau khas, dan berasa pahit dengan rendemen 9,181 % (b/b) dan kadar air 10 % (v/b). Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari setidaknya 3 senyawa dari golongan flavonoid, kuinon, saponin, polifenol, steroid, monoterpen dan seskuiterpen. Fraksi teraktif dari ekstrak tersebut adalah fraksi etil asetat, namun aktivitasnya lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak. Fraksi etil asetat berupa cairan kental berwarna hijau kehitaman, berbau khas, dan berasa pahit dengan rendemen sebesar 0,13 % (b/b). Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari setidaknya 2 senyawa dari golongan flavonoid, kuinon, monoterpenoid dan sesquiterpenoid. Fraksi etil asetat mempunyai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) sebesar 5 - 10% (b/v) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) pada konsentrasi 20% (b/v).
    Kata kunci : Antibakteri, daun ki encok, Plumbago zeylanica L., Staphylococcus aureus isolat klinis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi