Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pembuatan Dan Karakterisasi Bioplastik Berbasis Selulosa Dari Limbah Pelepah Pisang (Musa X Paradisiaca L.)Dengan Penambahan Pati


Industri farmasi secara global menjadi salah satu sektor penyumbang sampah plastik konvensional terbesar. Polimer sebagai basis plastik konvensional ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000165Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3238
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3238
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Industri farmasi secara global menjadi salah satu sektor penyumbang sampah plastik konvensional terbesar. Polimer sebagai basis plastik konvensional umumnya diperoleh dari turunan minyak bumi yang bersifat tidak dapat diperbaharui dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mengurainya secara alami. Hal ini menyebabkan plastik konvensional menjadi kontaminasi padatan terbesar di bumi yang mengganggu ekosistem kehidupan dan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Bioplastik merupakan salah satu upaya terbaik dalam menyelesaikan permasalahan akibat penggunaan plastik konvensional. Polimer sebagai basis bioplastik merupakan biomassa yang sifatnya dapat diperbaharui dan mudah diurai secara alami seperti selulosa. Selulosa dapat diperoleh dari limbah pelepah pisang. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik berbasis selulosa dari limbah pelepah pisang menggunakan metode interkalasi lelehan serta variasi ukuran partikel selulosa dengan penambahan kitosan, plasticizer, dan pati. Hasil karakterisasi menunjukkan bioplastik memiliki pengamatan visual yang lebih baik, tekstur yang lebih homogen dan transparan, serta permukaan bioplastik yang lebih halus dengan penambahan pati. Bioplastik dengan selulosa hasil pengayakan mesh No. 60, No. 100, dan No. 200 secara berturut-turut memberikan nilai densitas 0,7573 g/cm3, 0,8200 g/cm3, 1,0326 g/cm3; persentase derajat swelling 52,1216%, 40,3152%, 36,0666%; nilai kuat tarik 2,9184 MPa, 8,1188 MPa, 11,8586 MPa; persentase perpanjangan putus 3,6656%, 6,9287%, 12,3087%; dan nilai modulus elastisitas 150,49 MPa, 347,88 MPa, 424,91 MPa. Bioplastik dengan selulosa hasil pengayakan mesh No. 200 memberikan karakter dan sifat mekanik mendekati PHBV dengan persentase biodegradasi dalam media tanah yang mengandung larutan EM4 yaitu 27,4510% selama 35 hari.
    Kata kunci : Pelepah pisang, Selulosa, Pati, Bioplastik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi