Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Tentang Antibiotik Terhadap Perilaku Swamedikasi Antibiotik Pada Masyarakat Kota Bandung Tahun 2014


Perilaku swamedikasi antibiotik meningkatkan peluang terhadap penggunaan antibiotik yang tidak rasional sehingga akan berdampak pada perkembangan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000143Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3216
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3216
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perilaku swamedikasi antibiotik meningkatkan peluang terhadap penggunaan antibiotik yang tidak rasional sehingga akan berdampak pada perkembangan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang antibiotik terhadap perilaku swamedikasi antibiotik masyarakat Kota Bandung. Penelitian population-based cross-sectional dilakukan pada 506 individu yang berkunjung ke 43 puskesmas (n=256) dan 8 apotek (n=250) di Kota Bandung pada bulan November hingga Desember tahun 2014. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur berdasarkan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis deskriptif dan chi-square digunakan dalam pengolahan data. Sebanyak 29,6% responden menyatakan pernah menggunakan antibiotik tanpa resep dokter dalam kurun waktu 6 bulan kebelakang. Mayoritas responden (77,3%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan tingkat pengetahuan tentang antibiotik yang baik (62,8%). Mayoritas responden (88,1%) tahu bahwa antibiotik yang diberikan melalui resep dokter harus di habiskan dan (76,5%) bahwa antibiotik digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan kuman (bakteri). Berdasarkan tingkat pendidikan p-value=0,975) dan tingkat pengetahuan tentang antibiotik (p-value=0,080), masyarakat Kota Bandung memiliki risiko yang sama untuk melakukan swamedikasi antibiotik. Meskipun demikian terdapat proporsi yang lebih besar responden dengan tingkat pendidikan tinggi dan pengetahuan tentang antibiotik yang baik pada kelompok non swamedikasi antibiotik. Diperlukan kajian terhadap faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku swamedikasi antibiotik sebagai dasar formulasi model intervensi untuk menurunkan perilaku swamedikasi antibiotik di masyarakat Kota Bandung.
    Kata kunci: Antibakteri, penggunaan antibiotik, resistensi obat, pengetahuan masyarakat
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi