Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus (L.) G. Don) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Dan Staphylococcus Aureus Isolat Klinis


Selulitis merupakan penyakit infeksi kulit yang didahului dengan luka atau trauma yang dapat diperparah oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000084Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3157
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3157
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Selulitis merupakan penyakit infeksi kulit yang didahului dengan luka atau trauma yang dapat diperparah oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus. Salah satu tumbuhan yang berpotensi mengobati infeksi kulit adalah daun tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don). Berdasarkan penelitian sebelumnya, ekstrak etanol daun tapak dara memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi ekstrak etanol daun tapak dara terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan isolat klinisnya. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi simplisia, uji penegasan bakteri uji, uji aktivitas antibakteri ekstrak, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi, penetapan KHTM dan KBM fraksi teraktif, penapisan fitokimia, serta penentuan profil KLT. Metode untuk uji aktivitas antibakteri adalah metode difusi agar. Untuk penetapan KHTM dan KBM menggunakan metode mikrodilusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan daun tapak dara mempunyai aktivitas terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan isolat klinisnya. Fraksi teraktif adalah fraksi etil asetat dengan nilai KTHM berada pada rentang 0,94% - 1,88% (b/v) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan isolat klinisnya, sedangkan untuk nilai KBM sebesar 1,88% (b/v) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan isolat klinisnya.
    Kata kunci : Antibakteri, Catharanthus roseus (L.) G. Don, Staphylococcus aureus ATCC 25923, dan Isolat klinis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi