Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Telaah Mode Ikatan Sembilan Senyawa Kimia Tanaman Selasih (Ocimum Basilium) Dengan Tirosinase


Pigmentasi kulit dipengaruhi oleh tirosinase sebagai pengatur biosintesis melanin dan modulator ekspresi tirosinase. Peningkatan aktivitas enzim ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000077Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3150
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3150
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pigmentasi kulit dipengaruhi oleh tirosinase sebagai pengatur biosintesis melanin dan modulator ekspresi tirosinase. Peningkatan aktivitas enzim tirosinase dan dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit. Senyawa sitral, kaempferol, asam p-coumarik, kuersetin, asam rosmarinik, eugenol, karvakrol, apigenin dan cirsimaritin yang terkandung dalam tanaman selasih (Ocimum basilicum) diprediksi mampu menghambat tirosinase. Docking molekul menggunakan Linux script pada AutoDock Vina dilakukan untuk memvisualisasikan interaksi senyawa tersebut dengan kantung aktif tirosinase serta untuk memperhatikan telaah mode ikatan kesembilan senyawa itu sebagai inhibitor tirosinase dibandingkan dengan standar asam kojik. Dari hasil didapati Mode ikatan dengan tirosinase yang mempunyai ikatan hidrogen dan interaksi ?-? adalah pada senyawa asam rosmarinik. Mode ikatan yang memiliki interaksi ?-? adalah pada senyawa eugenol, karvakrol, Apigenin, cirsimaritin, kaempferol dan asam p-coumarik. Manakala senyawa yang tidak memilike mode ikatan adalah senyawa sitral dan kuersetin. senyawa dengan aktivitas penghabatan tirosinase berturut-turut dari yang terbaik adalah Kuersetin (1,4299
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi