Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kulit Kayu Mahoni (Swietenia Marcophylla King) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Dengan Metode Induksi Karagenan


Inflamasi merupakan reaksi imunitas tubuh saat adanya paparan dari antigen yang ditandai dengan pembengkakan, panas, nyeri, dan kemerahan. Swietenia ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000073Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3146
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3146
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Inflamasi merupakan reaksi imunitas tubuh saat adanya paparan dari antigen yang ditandai dengan pembengkakan, panas, nyeri, dan kemerahan. Swietenia macrophylla King. diketahui secara empirik berkhasiat sebagai herba antiinflamasi. Telah dilakukan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol kulit kayu mahoni Swietenia macrophylla King. menggunakan metode induksi karagenan pada tikus putih jantan galur Wistar. Penyuntikkan karagenan pada kaki tikus dilakukan secara subkutan, sedangkan untuk pemberian sediaan uji dilakukan secara peroral. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol negatif (PGA 2%), ekstrak uji 1 (Dosis 50 mg/200 g BB), ekstrak uji 2 (Dosis 100 mg/200 g BB), ekstrak uji 3 (Dosis 200 mg/200 g BB), dan kontrol positif (Na-diklofenak dosis 2,25 mg/200g BB). Didapatkan hasil persentase inhibisi dari pengujian aktivitas antiinflamasi dari ekstrak uji 1 (Dosis 50 mg/200 g BB), uji 2 (Dosis 100 mg/200 g BB), uji 3 (200mg/ 200g BB), dan kontrol positif masing - masing sebesar 44,52%; 57,98%; 72,03%; dan 84,16%. Dari pengujian disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu mahoni Swietenia macrophylla King. Pada ekstrak uji 3 (Dosis 200 mg/200 g BB) memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih baik dibandingkan ekstrak uji 1 (Dosis 50 mg/200 g BB) dan ekstrak uji 2 (Dosis 100 mg/200 g BB). Dari hasil statistik dengan taraf kepercayaan 95% antara ekstrak uji 1 (Dosis 50 mg/200 g BB), ekstrak uji 2 (Dosis 100 mg/200 g BB), dan ekstrak uji 3 (Dosis 200 mg/200 g BB) tidak memiliki perbedaan efek antiinflamasi yang signifikan.
    Kata Kunci : Inflamasi, mahoni, Swieteniamacrophylla King., induksi karagenan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi