<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12019">
 <titleInfo>
  <title>KONSTRUKSI I\1AKNA PESERTA DIDIK &#13;
PROGRAM KEAKSARAAN TERHADAP BELAJAR &#13;
&#13;
(Studi Fenomenologi tentang Konstruksi Makna Peserta Didik &#13;
Program Keaksaraan terhadap Belajar di Jayagiri, Lembang - Jawa Barat)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mia Rachmiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,; 201 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Program pendidikan keaksaraan merupakan program pendidikan &#13;
nonfonnal yang berbeda dengan program pendidikan formal. Peserta didik pada ­ &#13;
pendidikan keaksaraan mayoritas sudah -berusia dewasa dan putus sekolah di &#13;
tingkat dasar.. Upaya untuk melibatkan masyarakat buta aksara agar mau terlibat &#13;
sebagai peserta didik dalam program pendidikan keaksaraan bukanlah ha! mudah. &#13;
Ini terjadi karena peserta didik yang sudah berusia dewasa telah memiliki sikap &#13;
hidup, pandangan terhadap nilai-nilai hidup, minat, kebutuhan, ide/gagasan, &#13;
hasrat-hasrar dan dorongan-dorongan untuk melakukan suatu perbuatan. Orang &#13;
dewasa juga sudah banyak memiliki pengalaman hidup (Iebih banyak dari pada &#13;
anak-anak), sehingga makna belajar bagi mereka tentu berbeda satu sama &#13;
lainnya, tennasuk yang terjadi di KeJompok Belajar Kinanti, Lembang. &#13;
&#13;
Tujuan peneIitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi kegiatan belajar &#13;
yang terjadi pada peserta didik program keaksaraan di Kelompok Belajar Kinanti, &#13;
Lembang dan bagaimana pengalaman dalam proses belajar mengajar ini dimaknai &#13;
oleh mereka. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi yang &#13;
menggambarkan makna dari pengalaman hidup individu mengenai pengalaman &#13;
mereka dalam mengikuti proses belajar mengajar. Teknik pengambilan data &#13;
menggunakan wawancara mendalam secara berulang kepada sembilan orang &#13;
partisipan, observasi serta studi pustaka. &#13;
&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa deskripsi kegiatan belajar yang &#13;
diikuti oleh calon peserta didik, peserta didik yang masih aktif dan lulusan peserta &#13;
didik Kelompok Belajar Kinanti meliputi pendidikan formal yang mayoritas &#13;
terhenti di tingkat awal SekoIah Dasar, kegiatan belajar mengaji, belajar melalui &#13;
pengalaman bekerja sehari-hari dan belajar Bahasa Indonesia agar mampu &#13;
berkomunikasi dengan masyarakat daIam lingkup yang lebih luas. Dalam &#13;
mengikuti program keaksaraan di Kelompok Belajar Kinanti ini, sebagian &#13;
partisipan memiliki because motive, namun sebagian Iagi tidak memilikinya. &#13;
Meskipun demikian semua partisipan memiliki in order 10 motive terhadap &#13;
keikutsertaannya di Kelompok Belajar Kinanti. Faktor-faktor pendukung belajar &#13;
partisipan adalah pekerjaan yang ditekuni, kemampuan bahasa, penggunaan &#13;
teknologi komunikasi, sifat pembawaan (sifat periang, penurut dan humoris) dan &#13;
dukungan dari orang sekitar. Sementara faktor-faktor penghambat belajar &#13;
partisipan meliputi kesibukan, rasa malas, ketiadaan sarana prasarana belajar, usia &#13;
tua dan inferioritas (minder dan perasaan malu). Makna belajar dalam diri &#13;
partisipan meliputi peningkatan kemampuan keaksaraan yang ditentukan oleh tipe &#13;
partisipan dalam belajar keaksaraan, pemertahanan atau peningkatan kemampuan &#13;
keaksaraan yang dimiliki sebelumnya ketika menerapkan kemampuan keaksaraan &#13;
tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan terjadinya internalisasi hasil belajar, &#13;
yang meliputi peningkatan kepercayaan diri dan perubahan sikap. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Mia Rachmiati</note>
 <subject authority="">
  <topic>Program pendidikan keaksaraan merupakan program pe</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Rac k/R.17.26</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700143</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.26)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Rac k/R.17.26</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12019</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-10 08:51:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>