Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pemeriksaan Kualitas Simplisia Dalam Formula Saintifikasi Jamu Hepatoprotektor Yang Digunakan Di Salah Satu Puskesmas Di Yogyakarta


Saintifikasi jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan yang bertujuan agar jamu memiliki landasan ilmiah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000057Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3130
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3130
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Saintifikasi jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan yang bertujuan agar jamu memiliki landasan ilmiah dalam penggunaan secara empirik. Dukungan aspek legal program saintifikasi jamu adalah dengan terbitnya Permenkes Saintifikasi Jamu No.003/Menkes/Per/I/2010. Untuk mendukung program saintifikasi jamu diperlukan simplisia jamu yang berkualitas sehingga pemeriksaan parameter kualitas simplisia bahan baku jamu harus dilakukan. Formula saintifikasi jamu yang diperiksa adalah jamu hepatoprotektor yang digunakan di salah satu puskesmas di Yogyakarta, terdiri atas simplisia rimpang temulawak (Curcuma xanthorrizha), akar jombang (Taraxacum officinale), herba pegagan (Centella asiatica), rimpang temu mangga (Curcuma mangga), rimpang kunyit (Curcuma domestica), daun sangketan (Achyranthes aspera) dan daun sambung nyawa (Gynura procumbens). Pemeriksaan kualitas simplisia yang dilakukan adalah pemeriksaan parameter spesifik, parameter non spesifik dan uji pola KLT. Dari semua sampel yang diperiksa, hanya simplisia akar jombang (Taraxacum officinale) yang memenuhi semua parameter seperti tertera di Farmakope Herbal, yaitu: kadar sari larut air 26%; kadar sari larut etanol 10%; susut pengeringan 9,5%; kadar air 9,2%; kadar abu total 9%; dan kadar sari tidak larut asam 0,67%. Proses pembuatan infusa dari formula jamu hepatoprotektor tidak mengubah kandungan senyawa komponen tunggal dari masing-masing simplisia yang ditunjukkan dengan kesamaan pola KLT.

    Kata kunci : Saintifikasi jamu, jamu hepatoprotektor, parameter kualitas simplisia, metode infusa.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi